Said M Idris, Inginkan Karang Taruna Eksis di Provinsi Kepri

said

SIAPA lagi yang tidak pernah mendengar nama organisasi karang taruna? Seolah, eksistensi organisasi ini belakangan benar-benar terlihat, dengan banyaknya terobosan dan keterlibatannya di masyarakat.

Sebagai lembaga atau organisasi yang bergerak di bidang pembangunan kesejahteraan sosial, karang taruna di Kepri seolah bangkit dari kelesuannya. Di tingkat kelurahan atau desa, bahkan di tingkat RW, kini terdengar nama karang taruna.

Berbagai kegiatan yang ada di masyarakat, keterlibatan karang taruna hampir tak pernah absen. Memang, begitulah organisasi yang mampu menunjukkan peran dan fungsinya secara optimal di tengah-tengah masyarakat. Bendera karang taruna berkibar dimana-mana. Apa yang terjadi di karang taruna? Siapa saja keanggotaan karang taruna? Mungkin, ada bertanya-tanya seperti itu.

Untuk menjawab itu, Tanjungpinang Pos berbincang dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Kepri, Said Muhammad Idris, Jumat (17/6) lalu, di sela kesibukannya dalam mempersiapkan Rapat Karang Taruna Provinsi esok harinya. Rapat kerja pertama sejak kepengurusan karang taruna resmi dinyatakan defenitif sekitar satu tahun yang lalu.

Di Kantor Karang Taruna Kepri yang baru akan diresmikan siang hari itu, Said menggambarkan secara gamblang keberadaan organisasi yang dipimpinnya serta harapan dan obsesinya. Secangkir kopi pun menemani kami sambil berbincang dengan penuh santai. Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Tanjungpinang Pos, Abdul Rasyid Daulay:

- Karang Taruna Seolah menjelma menjadi organisasi baru, yang menjadi wadah yang menjawab keinginan pemuda saat ini. Dimana-mana, terdengar kegiatan karang taruna, sering tampil di depan publik. Padahal usianya sudah hampir memasuki 51 tahun. Apa yang membuat karang taruna seperti itu?
Iya. Pertama saya klarifikasi dulu, sebenarnya Karang Taruna itu bukan organisasi baru. Bahkan, September mendatang, usianya sudah memasuki usia 51 tahun. Berarti sudah melebihi setengah abad.

Soal menjelma menjadi organisasi baru dan dimana-mana tampil dan disambut masyarakat, ya mungkin benar. Mungkin, ibaratnya reinkarnasi lah. Karang taruna bangkit lagi setelah beberapa tahun terakhir agak redup dan jarang terdengar. Satu lagi, mungkin dengan bergantinya pimpinan di pusat, membuat roda organisasi semakin berjalan. Tapi yang jelas, karang taruna bukan organisasi baru lagi.

- Kan banyak organisasi lain, yang bergerak di organisasi kepemudaan, organisasi sosial, dan tampil karang taruna. Apa beda karang taruna dengan organisasi lain?
Yang saya pahami, organisasi dari sisi pemerintah membedakan beberapa hal. Ada organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi parpol. Karang taruna hari ini, dari awal dibentuk memang bergerak menjadi organisasi sosial. Memamg belum familiar orsos, tapi di Kepri banyak orsos yang ada, seperti PSMTI. Makanya di Dinas Sosial dibedakan organisasi sosial. Karang Taruna terbentuk sejarahnya bahwa rasa kebersamaan dari tempat ini, kampung melayu.

Jadi, duduk-duduk, sama-sama, dari tingkat RW sampai lurah. Bagaimana sama-sama punya harapan, dibentuk organisasi sebagai wadah yang diberinama karang taruna. jadi, didirikan oleh kita, dari kita dan untuk kita. Aturan yang ada dalam permensos, ujung tombaknya kan desa kelurahan, atau komunitas sederajat. RW pun bisa duduk di komunitas, asal mau sama-sama mau membesarkan karang taruna.

- Ada yang menyebut, karang taruna memang organisasi plat merah, benarkah?
Tidak. Itu kan asumsi atau penyebutan dari pihak-pihak tertentu. Tapi karena dia lebih dominan dan mendapat aturan sendiri dari pemerintah, sampai hari ini karang taruna dibina oleh Dinas Sosial sebagai representasi pemerintah.

Memang ada permensos yang menyebutkan khusus karang taruna. Terus, dinas-dinas terkait di daerah selaku pembina teknis, itu juga dikaitkan untuk bisa bermitra dengan karang taruna. Membantu program-program, bermitra dengan dengan karang taruna.

Itu yang tadi saya sampaikan, lebih kurang 27 program PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial,red). Pertama, kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya. Terlebih lagi, gubernur punya visi-misi memberantas angka kemiskinan. Itu pula momen yang kita ambil. Bagaimana kita bisa bersinergi dengan pemerintah. Sebab, kemiskinan menjadi satu poin dalam PMKS tadi.

- Ada mungkin yang bertanya-tanya, keanggotaan karang taruna siapa saja? Atau sama saja dengan organisasi lain, punya kartu anggota?
Ee… (Said terbiasa ngomong seperti Harmoko) beda. Karang taruna beda dengan organisasi lain. Organisasi lain, mungkin untuk menunjukkan identitasnya, mereka membuat KTA. Tapi di karang taruna, itu umur 13 sampai 45 tahun itu adalah warga karang taruna. 17 sampai 45, itu syarat menjadi pengurus.

- Usia 45 ke atas?
Itu lagi yang membuat karang taruna beda dengan organisasi lain. Karang taruna tidak ada yang namanya Alumni atau mantan pengurus. 45 tahun ke atas itu diakomodir di MPKT, itu mantan pengurus dan pihak-pihak yang berpotensi, punya jasa yang bisa memberikan hal yang positif untuk kemajuan organisasi karang taruna. Kalau pun tidak terakomodir, itu tadi…ada lembaga sesepuh atau lainnya.

- Soal pendidikan bagaimana, atau membedakan suku ini atau warna kulit itu dalam keanggotaan?
Nah, itu juga tidak dibedakan. Semua umur tadi bisa menjadi anggota karang taruna. Yang dibatasi hanya untuk pengurus, karena pengurus ada hak prerogatif ketua terpilih, mungkin mana yang bisa kerjasama. Ya, itu untuk eksistensi organisasi. Tapi untuk keanggotaan, batasan tidak ada. Mau dari suku mana pun, mau dari partai mana pun, atau pendidikan apa, ketika dia punya komitmen membesarkan karang taruna tidak masalah. Tapi kalau untuk pengurus, itu hak penuh ketua terpilih yang menentukan.

- Bicara target, sebenarnya apa target karang taruna untuk kepemudaan?
Sebab, dimana-mana kita dengar karang taruna punya beda juga dengan organisasi lain, punya usaha di setiap desa dan kelurahan.
Semua organisasi saya pikir, di atas kertas semua samalah tujuannya. Sampai ada organisasi yang membuat target muluk-muluk, ingin mensejahterakan masyarakat. Tapi itu kan terlalu jauh betul. Konkritnya, kami yang hari ini duduk di dalam pengurus, bagaimana… pertama ingin karang taruna eksis di Kepulauan Riau… Kedua, ingin kita wujudkan seperti yang ada di pedoman dasar, kita ingin coba implementasikan lewat media, tentang organisasi karang taruna.

Terus, karena tadi karang taruna tugasnya PSKS, yang tugasnya untuk meminimalisir PMKS, makanya tergantung kreatifitas dan inisiatif pengurus, bagaimana kita jangan sampai…. Ini kan hari ini di luar kepri, ada antaretnis. Resistensinya tinggilah di daerah lain. Alhamdulillah, di Kepri karang taruna menjadi media untuk meminimalisir hal-hal seperti itu. Bicara sosial, kita coba targetkan, karena ada orang yang berjiwa sosial tapi tidak mapan. Itu akan sulit dan menimbulkan fitnah. Berorganisasi sosial tapi hidupnya begitu, makanya karang taruna kenapa dijadikan PSKS karena punya potensi.

- Karang taruna kan ada namanya UEP (usaha ekonomi produktif, red). Apa UEP ini menjadi keharusan bagi organisasi? Apa di setiap kepengurusan tingkat kelurahan atau desa harus ada UEP?
Begini. Kembali lagi kita…(omongan Said terputus), untuk menjalankan organisasi, kita tak terlepas dari biaya dan lainnya. UEP ini memang ada semacam guiden-lah.

Untuk UEP ini, tergantunglah potensi dan kreatifitas pengurus yang ada di daerah masing-masing. Contoh, dengan ketua umum baru-baru ini, kita waktu itu duduk di Melayu Square, ketua sempat mempertanyakan kenapa tidak ada kios karang taruna di sana. Itu kan belum ada keberanian pengurus di bawah untuk membuka usaha di sana. Tapi, beberapa hal, kita coba nanti melalui program karang taruna nasional mensubsidi biaya.

Sampai, pembicaraan juga kemarin tu mengarah ke usaha pembudidayaan lele, karena sampai sekarang kita masih harus mengimpor lele dari Malaysia. Kenapa peluang itu tak kita ambil. Untuk lokal aja. makanya, kemarin tu pengurus nasional sudah MoU dengan kementerian kehutanan, untuk bisa memaksimalkan lahan tidur yang ada di daerah. Dengan pola bantuan hibah.
Terus, Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga sudah ada pendekatan ke sana. Kepri kan termasuk daerah pengembangan minapolitan. Nanti kita ikut dalam program ini.

- Kembali ke UEP tadi. Dengan usaha karang taruna yang bermunculan, berarti pengurus harus punya modal. Karang taruna provinsi apakah punya suntikan modal untuk ini?
Hari ini, saya secara pribadi belum bisa menjanjikan. Tapi, bantuan kan tidak harus dengan materi. Setidaknya kami terus membangkitkan semangat dan memberikan hal positif, khususnya untuk pengembangan UEP ini.
Dan ke depan, kita juga akan menjadikan sekretariat ini untuk tempat konsultasi. Dan di bagian bawah nanti akan kita buat semacam gerai pertunjukan hasil usaha, produk kawan-kawan pengurus karang taruna dari desa dan kelurahan.

- Dukungan pemerintah, perlu? Apakah pemerintah sudah memberikan dukungan yang sesuai harapan?
Belum merata. Memang belum merata. Memang butuh dukungan dukungan dengan pemerintah. Tapi hari ini, karang taruna kan organisasi yang sangat dekat dengan pemerintah. Ibaratnya, seperti hubungan anak dan bapak. Oleh karena itu, kita harapkan dukungan pemerintah, bukan juga berarti kita menadah tangan.

Mungkin, pemerintah juga perlu bukti, apakah kita sanggup bermitra dengan pemerintah. Makanya, kita juga terus berbuat, meskipun secara swadaya. Insya allah ke depan, apa pun program pemerintah, kita harapkan di situ ada karang taruna.

- Di antara tujuh kabupaten kota di Kepri saat ini, kabupaten atau kota mana yang lebih aktif karang taruna?
Variatif. Kita juga tidak bisa menjustice, bahwa kabupaten A paling baik. Tapi kan ada indikator. Kalau aktif, berarti pemerintahnya lebih peduli. Banyak faktor memang. Makanya, saya belum bisa memberikan penilaian, karena saya belum punya data. Dan alhamdulillah hari ini, setelah satu tahun berjalan pngurus provinsi, kabupaten kota sudah mulai termotivasi. Sudah mulai naik.

Pengurus provinsi kan sifatnya koordinatif… (Said langsung memotong pembicaraan).
Koordinatif, kolaborasi dan fasilitatif.

Iya, dengan tiga fungsi itu, dihubungkan dengan luas Kepri yang 96 persen lautan dan antarkabupaten kota berjauhan. Apa yang jadi kendala?
Saya kira, semua organisasi dan juga pemerintah sama kendala yang dihadapi. Jarak pulau yang jauh menjadi kendala. Tapi kan sekarang sudah lebih mudah berkoordinasi. Ada telepon, facebook dan sebagainya. Ya mudah-mudahan…

Kendalanya hari ini, ya…klasik soalnya. Tapi itu, bagaimana kita tidak putus komunikasi dan menyiapkan program. Dan tahun ini, target kami, bagaimana seluruh kabupaten kota memiliki pengurus yang defenitif. Sisanya sekarang ini kan, Natuna, Anambas, Tanjungpinang dan Karimun. Natuna mungkin bersainglah untuk defenitif.

Kita lihat, kepala daerah juga cukup respon terhadap karang taruna. Ya, kepala daerah kan berfungsi juga sebagai pembina umum di karang taruna.

- Pertanyaan saya lagi, Anda kan berprofesi sebagai PNS, sementara karang taruna juga pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit. bagaimana menyeimbangkan waktu Anda antara karang taruna dan PNS?
Konsekuensi kita berorganisasi, kita harus butuh waktu yang luas. Sampai hari ini memang bisa saya atasi. Kadang, memang kita harus memilih, waktu untuk organisasi, keluarga atau profesi kita sebagai PNS.

Saya pikir, karena karang taruna sangat dekat dengan pemerintah, ada keuntunan sendiri bagi saya seorang PNS. Hubungan yang saya bangun hari ini sebagai pengurus karang taruna alhamdulillah sangat baik. Malahan sebaliknya, karang taruna dapat mendukung eksistensi saya di pekerjaan sebagai PNS.

- Untuk keluarga, masih ada sisa waktu?
Kalau kondisinya ada kegiatan, mungkin ada tersita sedikit. Karena setiap ada kegiatan, saya harus ikut terjun langsung, meski sudah dibentuk kepanitiaan. kebersamaan itu yang kita bangun.
Ya wajar, tersita sedikit waktu. Misalnya, lebih berapa jam untuk keluarga, tersita tiga atau empat jam itu biasa.

- Pertanyaan terakhir, apa bayangan yang ada dalam benak Anda karang taruna lima tahun atau sepuluh tahun mendatang dengan kondisi yang ada hari ini? Apalagi, di beberapa tempat sudah tumbuh usaha karang taruna.
Yang pasti, saya harap karang taruna ke depan jauh lebih eksis dari apa yang ada sekarang. Baik pengurusnya, usahanya, bisa lebih eksis dari sekarang. Saya berharap, ada enterpreneur muda dari karang taruna, politisi atau menjadi wakil rakyat ke depan.

Tidak mustahil, di luar daerah, ada karang taruna yang omset penghasilannya perbulan mencapai miliaran. Di daerah kita, memang belum ada karang taruna yang berhasil seperti itu saat ini.

Bahkan, pernah saya tonton di satu televisi, ada pengusaha muda yang omsetnya miliaran itu, ternyata dari karang taruna. Itu bukan tidak mungkin ada dari daerah kita. Semoga…***

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *