Batas Penyembelihan Empat Hari

SAPI: Sejumlah hewan kurban sedang diturunkan di Pelabuhan Sri Payung Batu 6 Tanjungpinang. Hewan kurban ini didatangkan dari Kuala Tungkal, Jambi. Pemotongan hewan kurban paling lama empat hari setelah Idul Adha.

Gubernur Serahkan Kurban di Masjid Raya Al Hikmah Tanjungpinang

GUBKEPRI Drs HM Sani dijadwalkan menyerahkan hewan kurban berupa seekor sapi di Masjid Raya Al Hikmah Tanjungpinang, Ahad (6/11) usai salat Idul Adha.

Selain dari gubernur, Masjid Raya menerima tiga ekor sapi dari Sekdaprov Kepri, Dr Suhajar Diantoro, Wako Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan dan Ketua DPRD Kepri HM Nur Syafriadi. Selain empat sapi itu, ada lima ekor sapi lainnya dan delapan ekor kambing dari jamaah masjid.

Salat Idul Adha di Masjid Raya Al Hikmah akan diimami oleh Salmadi SAg dan khatib oleh Drs H Samlan Syukri serta bilal oleh Abdul Fatah. Menurut pengurus Masjid Raya, Wendi kepada Tanjungpinang Pos, kemarin, pemotongan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari kedua Idul Adha atau Senin (7/11).

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri, KH Fauzi Mahbub, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan, bahwa perayaan Idul Adha jatuh, Minggu 6 November. Besar kemungkinan, seluruh umat muslim akan merayakan ini secara bersamaan, beda dengan perayaan Idul Fitri beberapa bulan lalu.

“Kami secara organisasi sangat bersyukur, jika perayaan sholat Idul Adha nanti bisa bareng semuanya, tak beda-beda lagi seperti Idul Fitri,” kata KH Fauzi Mahbub.

Menurutnya, perbedaaan dalam menetapkan hari besar agama Islam ini memang sudah sering terjadi sejak dulu. Namun hal ini bukan menjadi persoalan bagi seluruh umat muslim dalam memaknai arti dari hari besar agama tersebut.

“Kalau beda itu tak masalah, yang penting semuanya bisa merayakannya dengan damai,” harapnya.

Di samping itu, Fauzi juga menegaskan, untuk orang-orang yang menyumbangkan hewan kurban, pada dasarnya memiliki hak untuk menerima sebagian kecil dari hewan kurban yang diberikan itu. Bahkan, para penyumbang bisa diberi lebih oleh panitia kurban. Apabila, daging yang diberikan akan diserahkan lagi ke fakir miskin dan keluarga dekat yang tidak mampu.

“Orang berkurban berhak menerima, tapi tak banyak. Kalau mau bagikan lagi kepada orang lain itu bisa diberi lebih,” ulangnya menegaskan.

Fauzi juga mengatakan, untuk batas waktu penyembelihan hewan kurban selama empat hari, sejak lepas sholat Idul Adha dilaksanakan sampai batas akhirnya pada 13 Dzulhijah. Ini merupakan ketentuan yang telah digariskan. Sedangkan syarat hewan kurban sendiri, tiak mesti sapi atau domba yang jantan.

“Yang penting syaratnya terpenuhi, diantaranya hewan itu, sehat, cukup umur dan tidak cacat,” paparnya.

Ditanya seputar orang yang wajib berkurban, Fauzi menyebutkan, penyembelihan hewan kurban wajib hukumnya bagi umat muslim yang sudah mampu melakukan. Untuk hewan kurban sapi, minimal tujuh orang yang berkurban, dan kambing atau domba cukup dilakukan per orang.

“Yang jelas hanya dua jenis hewan itu yang bisa dikurban, yang lainnya tidak bisa,” tegasnya.(TAUFIK A HABU)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *