Pernah Memotong Sapi Kurban Soeharto

PENGALAMAN: Muhammad Rizal, yang mempunyai segudang pengalaman soal pemotongan hewan kurban saat ditemui di Sei Temiang, Batuaji.

Muhammad Rizal 20 Tahun Jadi Tukang Potong Sapi

Menjelang Hari Raya Idul Adha dan saat banyak warga yang ingin berkurban, jasa spesialis pemotong hewan kurban seperti sapi dan kambing, sangat dibutuhkan. Di Batam ada banyak penjagal hewan kurban yang sudah memiliki sertifikasi dari MUI. Di antaranya Muhammad Rizal (40).

MARTUNAS, Batam

Tidak banyak yang bisa seperti dia ini. Keahliannya memang di bidang daging. Mulai dari memotong leher, mengelupas kulitnya hingga memisahkan daging dari tulang (boning).

Satu ekor sapi, bisa dikerjakan hanya 30 menit saja mulai dari memotong leher hingga masuk timbangan. “Sudah terbiasa, Mas. Paling 30 menit udah selesai semua itu,” ujar pria asal Banten ini saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos di Sei Temiang Sekupang, Jumat (4/11).

Rizal merupakan salah satu tukang tokong bersertifikasi di Batam saat ini. Dia baru lima bulan di Batam. Sebelumnya dia bekerja di bidang yang sama juga pulau Jawa. Rizal sudah menjadi tukang jagal sejak tahun 1984 (27 tahun hingga sekarang).

Jika dihitung-hitung, jumlah sapi dan kambing yang dia potong sudah mencapai ribuan ekor. Pasalnya, saat bekerja di Bekasi, dia memotong saja minimal 100 ekor per hari. Bahkan, Rizal bersama temannya pernah memotong sapi sebanyak 1.008 ekor dalam dua malam. Jumlah yang sangat banyak.

“Tapi ita nyaris tak istirahat memotong sebanyak itu. Itulah paling banyak yang saya potong dalam dua malam,” jelasnya.

Ketika ditanya apa yang membuatnya bisa ahli bidang penjagalan ini? Rizal mengaku karena kebiasaan saja. Selain itu, faktor turun-temurun juga ada. Sebab, kakeknya sendiri juga tukang potong jagal.

“Karena keturunan aja mungkin. Karena, banyak juga kawan yang saya ajari, tapi tak mampu juga. Mungkin bukan bidangnya. Alasannya, terlalu besar kalau memotong sapi. Padahal, rasanya sama aja,” katanya simpel.

Tidak rumit memotong sapi atau kambing ini. Hanya ada dua urat penting di leher dan satu alat pernapasan hewan itu yang perlu diputus. Jika tak putus, hewan masih hidup dan bertahan cukup lama.

“Setelah dipotong, kita tunggu dulu sampai hewannya benar-benar mati. Setelah itu, baru bisa dikerjakan. Jadi, tak bisa dikuliti jika sapi atau kambingnya masih hidup. Itu salah satu syarat yang diberi MUI,” jelasnya lagi. Tukang potong akan kena sanksi jika langsung mengerjakan hewan itu.

“Kita bisa juga kena dari klub pecinta binatang. Kan ada itu. Seperti di Australia, kita pukul lembunya, sudah dilapor ke polisi. Semacam pecinta binatang gitulah,” katanya.

Saking piawainya, Rizal pernah dipanggil untuk memotong sapi kurban pak Harto, mantan Presiden RI di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Di kalangan Polda, agraria, bank dan perusahaan besar lainnya. Selain ahli, Rizal sendiri sudah punya berbagai jenis pisau dan golok untuk mengerjaan satu hewan.

Semua pisau dan goloknya sangat tajam. Karena besinya juga pesanan khusus dari Jerman. Di Batam, inilah tahun pertama bagi Rizal memotong hewan kurban. Karena masih bekerja di Polaris Lovestock, pedagang hewan kurban di Seitemiang, dia tidak bisa banyak menerima orderan pemotongan sapi.

“Banyak yang minta, Mas. Tapi tak mungkinlah saya terima semua. Apalagi saya kan kerja di sini. Kecuali tak kerja. Saya hanya terima tiga aja. Karena cuman segitulah waktu saya nanti,” paparnya mengakhiri.***

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *