Siswi SMA Gantung Diri di Pokok Akasia

KEHILANGAN : Teman sekolah Mellysa Putri (15) di SMA Negeri 2 Kawal, Bintan, melepas kepergian jenazah almarhumah yang segera dikuburkan, Jumat (18/11). Mellysa ditemukan sepupunya tewas tergantung di pokok akasia belakang rumahnya, Kamis (17/11).

Tinggalkan Pakaian Kotor di Tepi Sungai

Mellysa Putri (15), salah seorang siswi kelas I SMA Negeri 2 Kawal, Bintan, tewas gantung diri, Kamis (17/11) sore kemarin. Belum diketahui apa yang nelatarbelakangi dara belia ini mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kematian Putri anak Ketua RT 03/RW1 Jalan Pemukiman Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang tersebut.

Bu Lin (38) bibi dari korban menjelaskan, sampai saat ini pihak keluarga tidak mengetahui apa latar belakang kematian anak kedua pasangan Murbai Nasril dan Erni tersebut. Padahal sekitar pukul 14.00 wib Kamis kemarin, Putri masih dalam keadaan biasa saja. Saat itu ibunya (Erni,red) yang ingin mengajar di TPA masih melihat Putri sedang makan sambil nonton TV. Sementara ayahnya di rumah.

“Cerita yang saya dapat, tidak berapa lama setelah makan siang Putri pergi ke sungai yang berjarak sekitar 100 meter di belakang rumahnya. Putri berniat ingin mencuci pakaian. Kalau tidak salah ada tiga helai pakaian yang dibawanya,” ujar Bu Lin di rumah duka di sela-sela pemakaman Putri.

Namun setelah lebih dari satu jam, lanjut Bu Lin, Putri tidak kunjung kembali ke rumah. Ayah Putri (Nasril) meminta kepada sepupu korban, Inep agar segera menyusul ke sungai. Setiba di sungai, Inep tidak menemukan Putri. Yang ada hanya pakaian yang masih kering karena belum dicuci. Inep dikabarkan sempat mandi di sungai tersebut dan memakai pakaian. Tapi Putri belum ditemukan.

“Ketika Inep selesai mandi, ia melihat sosok tergantung di salah satu pohon akasia di sebelah selatan dari sungai. Dari pengakuan Inep, ia awalnya tidak percaya. Tapi ketika dilihat dari jarak dekat, ternyata sosok itu Putri. Itu yang saya dapat informasinya,” tambah Bu Lin.

Melihat kondisi itu, lebih lanjut Bu Lin mengungkapkan, Inep dikabarkan berupaya menurunkan mayat Putri yang tergantung dengan kain panjang setinggi lebih kurang 3 meter dari tanah itu. Inep di saat menurunkan mayat Putri sambil memanggil Nasril. Sampai mayat Putri diturunkan, Nasril tidak kunjung tiba. Inep terus berupaya membawa Putri ke arah rumah. Namun sampai setengah jalan, Inep tidak sanggup dan bergegas memanggil Nasril.

“Akhirnya, Inep dan Nasril yang membawa mayat putri ke rumah. Kabarnya, sewaktu mayat putri dibawa ke rumah matanya terpejam seperti biasa. Bagian bawah tangan antara ketiak masih panas. Makanya Putri diupayakan dibawa ke Puskesmas. Tapi saat tim dokter memeriksa di rumahnya, Putri sudah tiada. Meskipun harus dibawa ke Puskesmas Malang Rapat dengan petugas polisi,” jelasnya.

Saat kejadian tersebut, Bu Lin mengaku, sedang berada di kediamannya dekat Mesjid Malang Rapat yang sedikit jauh dari rumah korban. Saat itu Bu Lin mendapat telpon dari salah seorang warga, bahwa Putri anak saudara kandunganya meninggal gantung diri.

“Sangat sangat terpukul dengan cobaan ini. Dua bulan lalu anak kandung saya yang sempat dirawat secara intensif di RSOB Batam akibat tabrakan. Beberapa pekan kemudian saya juga mendapat cobaan akibat ulah anak kandung juga. Hari ini, Putri anak kak Erni yang meninggal. Putri anak saya juga,” ujar Bu Lin sambil menyeka air matanya.

Bu Lin menyebutkan, sehari-hari Putri selalu riang dan selalu terbuka kepada orang tuanya maupun dengan teman sebayanya. Bahkan, ayahnya membeli sepeda motor untuk sarana transportasi Putri pergi ke sekolah dua hari sebelum ia nekad bunuh diri.

“Kami juga bingung, mengapa Putri melakukan tindakan itu. Sampai kemarin dia tidak pernah cerita apapun. Makanya ayah Putri seperti tidak sanggup menghadapi ini,” demikian dituturkan Bu Lin.

Putri dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Baqa I Malang Rapat sekitar pukul 10.00 wib, Jumat (18/11). Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kawal dan masyarakat turut melepas almarhumah dari rumah duka di jalan Pemukiman Nomor 01 serta mengantar ke TPU Baqa I.

“Kasus seperti ini diharapkan menjadi sebuah pelajaran bagi anak dan orang tua. Segala sesuatu masalah mesti dibicarakan bersama. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Komunikasi bisa saja dilakukan kepada siapa saja. Baik kepada orang tua, teman maupun dengan guru. Bagi pelajar di Gunung Kijang, tindakan nekad bukan jalan yang tepat untuk menyelesaikan masalah,” pesan Syakri, Kepala Desa Malang Rapat di saat melepas kepergian Putri.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Rachmad D Jantan melalui Kanit Reskrim, Ipda Widyas menyebutkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus bunuh diri yang dilakukan Putri. Pihak kepolisian sudah memintai keterangan dari Inep yang merupakan saudara sepupu korban yang menemukan korban lebih awal.

“Kami belum mengetahui apa penyebab dari kasus itu, masih dalam penyelidikan,” sebut Widyas singkat.(YUSFREYENDI)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *