Keindahan Alam Kepri Memesona

MASJID: Masjid Sultan Riau di Penyengat dilihat dari atas pompong.

ROVINSI Kepulauan Riau adalah provinsi dengan gugusan pulau-pulau yang berbatasan langsung dengan negara-negara Asean seperti Singapura, Malaysia, Kemboja dan Vietnam. Provinsi ini memiliki banyak keunikan, salah satunya adalah dari segi geografis dan keragaman seni serta budayanya.

Dengan luas wilayah sekitar 252.602 kilometer persegi, Kepri didominasi potensi bahari. Sekaligus menjadikan Kepri kaya dengan potensi wisata pantai, resort dan wisata alam bawah laut.

Tak hanya kaya dengan pesona alamnya, Kepri juga kaya dengan seni dan budaya. Meski Kepri kini berkembang menjadi daerah industri, namun kekayaan seni dan budaya serta pesona alamnya tetap memesona. Berikut adalah beberapa obyek wisata di Kepri, khususnya di Tanjungpinang, Bintan dan Batam. Sebagaimana yang dirilis oleh Emka Mahanta Karya Tour.

Obyek Wisata di Kabupaten Bintan

Ziarah Makam Bukit Batu

Tradisi ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Bintan. Tradisi ini muncul sejak tahun 1943 atau bertepatan dengan zaman penjajahan Jepang. Semasa pendudukan Jepang ke Indonesia, tidak sedikit pemuda-pemuda Bintan yang diambil untuk melakukan kerja paksa.

Pemuda-pemuda Bintan tadi dibawa tentara Jepang ke Thailand untuk bekerja disana. Puas menanggung kerinduan tadi, para kerabat di Bintan bernazar (niat), kelak apabila orang-orang yang dibawa Jepang tadi kembali dengan selamat, maka mereka akan berziah ke Makam Leluhur di Bukit Batu.

Tidak sekedar ziarah, mereka juga benjanji akan membawa Pulut (Nasi ketan) Kuning dan sebiji telur serta berbagai hiasan. Doa pun terkabul. Akhirnya orang-orang yang dirindukan pun pulang, hingga masyarakat setempat berbondong-bondong menunaikan nazarnya ke Makam Bukit Batu.

Bintan Mountain Trekking

Jelajahi belantara Bintan dan nikmati pemandangan yang menakjubkan dari puncak Gunung Bintan setinggi 340 meter. Dalam petualangan selama 5 jam melintasi hutan, Anda akan menemukan pohon-pohon setinggi lebih dari 40 meter, serta binatang-binatang langka, seperti : silver leaf monkey, sun birds dan eagle.

Selama petualangan, Anda akan belajar tentang kegunaan dan manfaat dari berbagai tumbuhan serta legenda pemandian putri-putri raja. Lepaskan rasa lelah Anda dengan mandi di bawah air terjun Gunung Bintan. Kemudian nikmati pesta durian gratis untuk Anda dan keluarga.

Pantai Trikota

Pantai di bagian Timur Pulau Bintan ini memiliki pesona alam yang mempesona, disertai bebatuan besar di pesisir pantai yang menyerupai prasasti. Pohon kelapa dan pepohonan lainnya tumbuh subur diatas bukit-bukit sampai menjorok ke bibir pantai. Uniknya lagi, banyak pula batu-batu besar yang teronggok di bibir pantai, bahkan sampai ke peraian.

Batu-batu tersebut tidak hanya menambah keindahan, tetapi Anda juga bisa menikmati Matahari terbenam sambil duduk atau berdiri diatas batu. Di sekitar pesisir pantai juga tampak pulau-pulau kecil, yang disekitarnya banyak nelayan mencari ikan dengan sampannya. Waktu yang ditempuh menuju Pantai Trikora sekitar 60 menit dari Kota Tanjungpinang menggunakan jalur darat.

Bintan Resort

Menapakkan kaki di pantai Utara Pulau Bintan, anda akan menyaksikan pemandangan dan suana yang lain. Bintan Resort, dibangun diatas lahan seluas 23.000 hektar, menawarkan suasana yang cocok untuk beristirahat dan bersantai.

Kira-kira 20 menit dari resort terdapat sebuah kampung tempat berbelanja yang khas yaitu Pasar Oleh-oleh. Pengunjung dapat membeli barang produksi lokal seperti kerupuk udang, sotong kering, ikan kering, souvenir, kerajinan tangan, baju dan masih banyak lagi di 24 outlet lainnya.

Taman dan Waduk Lagoi merupakan reservoir terbesar di Pulau Bintan yaitu seluas 41,7 km2 dan menampung sekitar 6 juta m3 air. Mengikuti petualangan alam di hutan bakau Bintan Resort di Sungai Sebung. Hutan ini melindungi pantai dari erosi dengan menghambat sedimentasi akibat arus air dipermukaan tanah, menjaga air di pantai tetap bersih dan biru.

Ini merupakan perjalanan mempesona melalui alam yang masih asli dan kaya tumbuhan dan kehidupan binatang liar yang eksotik diantaranya Macaque dan Kera berbulu perak, kadal monitor, ular dan burung sepert burung Bekakak dan Bangau Ungu. Di air, terdapat beraneka kehidupan laut seperti ikan karang, mudskippers, ketam, udang, udang Lumpur, keong, remis besar dan masih banyak lainnya.

Selanjutnya di Selatan, menyaksikan pemandangan kehidupan tradisional orang laut (sea gypsies), kelong (rumah penangkapan ikan yang dibangun di atas air), bubu (perangkap ikan statis) dan dapur pengeringan ikan tradisional. Perjalanan malam di sepanjang sungai dihiasi oleh kunang-kunang yang bergerak selaras.

Pondok lumba-lumba adalah sebuah pulau penangkaran lumba-lumba sejauh 35 menit menggunakan kapal dari Pulau Bintan. Menyaksikan lumba-lumba hidung botol yang menampilkan bakat dan keahlian alami mereka. Rasakan pengalaman menyenangkan dan menyenangkan dengan berinteraksi secara langsung dengan lumba-lumbayang ramah.
Daya tarik terbaru adalah Real Bandung Factory Outlet (Bandung Factory outlet yang terbesar) terletak didekat Terminal Ferry Bandar Bentan Telani.

Berakit

Berakit sebuah desa nelayan yang sangat tradisional sebagian besar di sebelah timur laut Bintan, dengan rumah-rumah beratap (atap jerami) sepanjang muara sungai pasang surut. Banyak ‘orang laut’, penduduk asli pulau laut yang direlokasikan ke sini. Dikampung ini anda bisa melihat aktivitas sehari-hari dari komunitar nelayan Riau, seperti pengeringan beribu-ribu ikan bilis 9ikan kering) di bawah sinar matahari.

Sebung Pereh dan Busung

Sebung Pereh dan Busung adalah perkampungan kecil nelayan Melayu yang biasa dapat dijumpai di sekitar perkebunan kelapa di pantai. Penduduk kampung ini tinggal dirumah tradisional yang khas berbentuk panggung, berada diatas air dan hidup sederhana, sebagian hidup tanpa perlengkapan modern bahkan tanpa listrik.

Tanjunguban

Kota terbesar kedua di Bintan, Tanjunguban juga merupan gudang penyimpanan minyak dan ibukota kecamatan. Juga sebagai tempat keberangkatan menuju Batam, Dengan menggunakan utama berupa pelantar kita nisa mencapai rumah-rumah penginapan, rumah makan dan toko yang banyak dibangun di atas laut. Di belakangnya adalah jalan utama dengan bergagai temapat berbelanja, khas kota-kota kecil di pantai yang ada di Kepulauan Riau.

Kawal

Kawal terletak beberapa menit dari Trikora, sebuah pelabuhan tempat pelelangan ikan. Menjadi satu-satunya saluran air yang dalam di daerah timur laut, Kawal juga menjadi pusat perikanan di Bintan.

Dari jembatan di tengah kota, kita dapat menyaksikan pemandangan kapal nelayan, rumah-rumah dan pergudangan yang dibangun di atas panggung. Peninggalan masa lalu yang ada di Kawal adalah dapur pengeringan yang sangat besar yang dulunya digunakan untuk membuat arang dari “bakau” (kayu bakau).

Obyek Wisata di Batam

Pantai Melur

Terletak di Pulau Galang. Pantai ini bukan sekedar objek wisata bahari yang bisa dinikmati keindahannya. Tetapi pantai ini memiliki segudang cerita sejarah dari para pengungsi Vietnam yang terkenal dengan sapaan Manusia Perahu, ketika terdampar di Pulau Batam. Letak pantai iini hanya satu Kilometer dari kawasan wisata bekas perkampungan Vietnam yang juga terletak di Pulau Galang.

Mengunjungi Pantai ini, bukan hanya keindahan dan cerita sejarah yang didapat, tapi selama dalam perjalanan dari pusat kota Nagoya ke sana, Anda akan melewati lima jembatan kebanggaan Batam bernama Barelang 1, 2,3,4 dan 5. Tentu saja, di sekeliling jembatan pulau – pulau utama milik kota Batam memberikan pemandangan yang menakjubkan. Anda tidak ubahnya melihat sebuath lautan biru yang di hiasi pulau – pulau kecil.

Lokasi yang terletak di Pulau Galang ini memiliki kelebihan seperti Obyek Wisata Pantai Melur saat ini banyak dikunjungi wisatawan local. Lokasi obyek wisata berdekatan dengan kawasan wisata Camp Vietnam pulau galang dan jembatan Tuanku Tambusai.

Kondisi Pantai cukup landai berpasir putih halus dengan lebar pantai 20-30 meter , sedangkan panjangnya kira-kira mencapai 100 – 200 meter. Atraksi wisata bahari yang digemari wisatawan , antara lain berenang dan berlayar. Jika hendak mengunjugi lokasi ini Lokasi wisata ini dapat dicapai dari Nagoya melalui trans Berelang berkisar 60 – 90 menit.

Pantai Marina Batam

Sebagai kota yang memiliki 345 pulau – pulau kecil, pantai adalah objek wisata utama yang ditawarkan. Di Pantai Marina, anda bukan hanya akan mendapatakan keindahan pemandangan, tetapi juga ombak laut yang tenang akan menimbulkan suasana rileks saat berenang, bermain pasir, dan melakukan berbagai aktivitas air. Pantai Marina terletak di dalam kawasan wisata terpadu Marina Water Front City.

Di kawasan ini terdapat resort ternama dan mewah yang di dalamnya terdapat permainan-permainan olahraga. Bagi anda yang penghobi bowling, gocart, danaeromodeling juga bisa berlatih di lintasan yang telah disediakan. Yang tidak kalah seru, Anda dapat mencicipi aneka masakan seafood segar yang dimasak dengan resep koki berpengalaman.

Beberapa menu seafood menjadi masakan khas Batam. Ikan, udang, kepiting, cumi dan hewat laut lainnya didapat dari para nelayan di sekitar tempat wisata ini. Lokasi yang terletak di Tanjung Riau – Sekupang ini memiliki kelebihan seperti Kawasan Pantai Marina dibangun dengan konsep pengembangan kota tepi pantai ( water front city). Atraksi wisata Bahari yang ditawarkan : Banana, Boat, Parasailing, Jetsky, dll.

Jika hendak mengunjugi lokasi ini Obyek Wisata ini berlokasi di Tanjung Riau ( Pulau Batam ) yang dapat dicapai dari Nagoya berkisar 20-30 menit dengan menggunakan Taksi, bahkan terdapat pelabuhan Internasional jika anda datang dari Singapura.

Jembatan Tengku Fisabilillah

Jika Malaysia identik dengan Petronas, Singapore identik dengan Merlion, maka Batam identik dengan Jembatan Berelang. Memang tidak bisa dipungkiri, jembatan dengan panjang 642 meter ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Batam, namun juga menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau pada umumnya. Nama lain dari Jembatan Tengku Fisabilillah ini adalah induk dari 6 rangkaian jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang dan Galang(Barelang).

Untuk mencapainya, Anda bisa menempuh dengan bus kota dari berbagai halte bus di Batam kurang lebih lama perjalanan 40 menit. Namun jika Anda ingin lebih privat dan santai, Anda bisa menyewa taksi dengan tarif sekitar Rp. 60.000,- untuk perjalanan pergi-pulang. Banyak tersedia jajanan rakyat disana, seperti misalnya jagung bakar hingga ikan bakar.

Kamp Pengungsi Vietnam

Tiga Puluh Emapat tahun silam, Pulau Galang, pulau kecil di kawasan Batam menjadi perhatian dunia. Ribuan manusia perahu asal Vietnam yang mendiami Pulau Galang menolak dipulangkan kembali ke negeri asalnya. Selama 21 tahun berada di Pulau Galang (1975-1996), para pengungsi tersebut telah menyatu dengan kondisi alam yang mereka diami. Pada awal kedatangan manusia perahu diperkirakan hanya sekitar 45.000 jiwa.

Ribuan orang lainya terpaksa tidak bisa menikmati kebebasan karena maut keburu menjemput ketika mereka mengarungi samudera engan perahu seukuran perahu nelayan tradisional. Selama mendiami Pulau Galang mereka telah beranak-pinak hingga terdata 250.000 jiwa. Ribuan lainnya telah tutup usia dan dimakamkan di kawasan eks pengungsian Vietnam yang kini disulap menjadi cagar budaya di Batam.

Makam Temenggung

Lokasi yang terletak di Pulau Bulang Lintang ini memiliki kelebihan seperti Makam Temenggung Abdul Jamal yang terletak di Pulau Bulang Lintang dimana jika hendak kesana harus ditempuh dengan menggunakan pancung dari Pelabuhan Sagulung dengan jarak tempuh lebih kurang 20 menit.

Temenggun Abdul Jamal merupakan salah satu Temenggung pada masa Kerajaan Riau-Lingga-Johor. Disamping makam-makam itu juga terdapat beberapa makam lain yang diperkirakan makam keluarga Temenggung Abdul Jamal, antara lain istrinya Raja Maimunah.

Mega Wisata Golden City

Satu lagi kawasan mega wisata keluarga hadir di Kepulauan Riau, tepatnya berada di Bengkong Laut, Batam. Menempati kawasan seluas 10 Ha, kawasan mega wisata Golden City menghadirkan seabreg obyek wisata unggulan untuk Anda. Cheng Ho Cruise (kapal Cheng Ho) mengajak Anda romantic dinner sembari berlayar. Anda ingin menjelajah Indonesia?

Miniatur Indonesia membuat Anda bak berkeliling Indonesia sekaligus menghadirkan wisata edukasi untuk buah hati Anda tercinta. Water Boom menantang adrenalin Anda ditengah segarnya deburan air. Anda suka kebut-kebutan? Gokart menjawab hobbi Anda. Pasar Malam Tradisional dan Panggung Wisata Budaya Nusantara menghadirkan pagelaran seni dan budaya dari Sabang sampai Marauke.

Tidak itu saja! Kawasan Golden City adalah kawasan mega wisata keluarga terlengkap di Batam, Hotel bintang emapat Golden View dan restaurant seafood nomor satu di Batam, Golden Prawn akan lebih memanjakan liburan Anda dan keluarga. Itulah Golden Package yang dihadirkan Golden City untuk Anda.

Obyek Wisata di Tanjungpinang

Pulau Penyengat

Pulau penyengat pada awalnya bernama Pulau Air Tawar dimana tenmpat orang-orang Eropa mengambil ait tawar dan kayu. Karena salah satu keunikan pulau ini adalah setiap pelaut membuat sumber air, maka air yang keluar adalah air tawar dan bukan air laut. Tidak seperti pulau-pulau lain sekitar pulau Penyengat.

Dikisahkan, ketika Pulau Air Tawar, orang-orang Eropa tersebut diserang oleh segerombolan lebah yang dengan ganas menyerang dan menyengat. Nah, mulai saat itulah, Pulau Air Tawar berganti nama dengan sebuatan Pulau Penyengat. Di Pulau yang merupakan mas kawin Sultan Riau kepada Engku Hamidah ini.

Pulau Penyengat, dengan luas sekitar 3.5 kilometer persegi. Pulau Penyengat ini terletak pada lokasi yang sangat strategis yaitu berada di sebelah barat Kota Tanjungpinang dan ditempuh dalam waktu kurun dari 15 menit dengan jalur trasportasi laut yaitu menggunakan pompong.

Masjid Sultan Sultan Riau di Penyengat

Mesjid ini didirikan pada tahun 1832, pada masa pemerintahan Yang dipertuan Muda Riau VIII Raja Abdurrahman (Marhum Kampung Bulang). Bangunan utama mesjid ini berukuran paling panjang sekitar 20 meter dengan lebar 18 meter yang di topang oleh 4 buah tiang beton.

Di keempat sudut bangunan dibuat menara tempat bilal mengumandangkan azan. Adapun pada bangunan itu terdapat pula 13 buah kubah yang berbentuk seperti bawang. Jumlah keseluruhan menara dan kubah yang 17 buah itu diartikan sebagai jumlah rakaat shalat fardhu lima waktu sehari semalam. Ini adalah mesjid dengan kubah, menara, dan mimbar yang indah. Dalam pembangunannya digunakan putih telur yang dicampur kapur, pasir dan tanah liat untuk memperkuat struktur dinding/tembok.

Luas keseluruhan komplek bangunan ini adalah 54,5 m x 23,5 m, dengan padar tembok mengelilinginya. Pintu utama untuk masuk ke halaman mesjid berada di bagian depan, dengan 13 anak tangga. Disebelah kiri dan kanan bagian depan mesjid terdapat masing-masing sebuah bangunan yang disebut Rumah Sotoh.

Masjid Sultan Riau itu, senantiasa menjadi rumah ibadah yang diidam-idamkan oleh orang ramai, baik Nusantara maupun luar negeri untuk memasuki, shalat, berdoa dan memohon sesuatu kepada Allah.

Masjid tersebut, dianggap sebagai rumah ibadah yang afdal dalam memohonkan sesuatu kepada Tuhan. Makanya, setiap orang yang datang ke Tanjungpinang, belumlah sempurna kalau tidak mengunjungi Pulau Penyengat lalu masuk dan shalat serta di berdoa di dalam masjid tersebut.

Senggarang

Dalam berbagai sumber disebutkan bahwa komunitas cukup besar dari orang-orang Cina di Riau bermula pada masa pemerintahan Daeng Celak, yakni Yang dipertuan Muda Riau II dalam tahun 1728-1745. Ketika itu sedang digalakkan pengembangan produk gambir sebagai salah satu komoditas ekspor yang cukup bernilai ekonomis tinggi. Orang-orang Cina banyak datang dan bekerja dalam bidang pengolahan gambir.

Yang Dipertuan Muda Riau II Daeng Celak, diberi kelonggaran untuk menempati Senggarang sebagai tempat kediaman atau pemukiman orang cina. Sejak saat itu pulalah, merekapun membangun kawasan itu sebagai perkampungan dan sejumlah rumah ibadah.

Perhatian, semakin diberikan bagi pertumbuh-kembangan Senggarang ketika Daeng Kamboja menjadi Yang Dipertuan Muda Riau III. Malahan ada yang berpendapat, bahwa Senggarang adalah kawasan yang dikembangkan secara nyata sebagai kota kala itu oleh Daeng Kamboja.

Kemudian pada masa berikutnya, ketika Raja Haji sebagai Yang Dipertuan Muda Riau IV, berdatangan pula orang-orang Cina yang banyak dipekerjakan sebagai pembuat peluru/proyektil logam dan mesiu/sendawa (obat bedil) untuk kepentingan penguasa setempat.

Senggarang pun semakin berkembang menjadi lokasi pemukiman pendatang tersebut. Sejumlah komponen permukiman masa lalu yang masih dapat dijumpai di tempat ini anatara lain : tempat pemujaan (Vihara, Kelenteng atau Pekong), reruntuhan rumah tembok bertingkat, dan sumur tua.***

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *