Lagi, PNS Selingkuh

IS dan AC tampak mesra dalam sebuah penerbangan.

Belum hilang dari ingatan penggerebekan oknum PNS Pemprov Kepri oleh suaminya sendiri di sebuah kamar hotel, kasus perselingkuhan oknum PNS kembali terbongkar. Kali ini, terungkapnya perselingkuhan antara AC dan IS yang keduanya merupakan PNS di wilayah Kepri, dibeberkan oleh saudaranya sendiri.

Sebenarnya kasus ini terkuak 22 November lalu pukul 00.30 di Hotel Kaputra, Jalan Wiratno, Tanjungpinang. Lelakinya adalah AC, pasangannya IS, yang sehari-hari bekerja di satu kantor, Bappeda. Uniknya, penggerebekan dilakukan oleh pihak keluarga AC yang ada di Tanjungpinang.

Kepada Tanjungpinang Pos, Dedi mengaku sebagai kakak ipar AC. Penggerebekan dilakukannya bersama anggota keluarga AC lain serta sejumlah personel polisi. Tindakan ini dilakukan setelah istri AC berinisial WL mengatakan tengah mencurigai keberangkatan suaminya bersama IS ke Tanjungpinang.

WL yang juga PNS di bagian Kesra, satu kabupaten dengan AC mengatakan suaminya dan IS sudah sering bepergian keluar kota dengan alasan tugas kantor.

Awalnya WL percaya dengan suaminya. Namun kepergiannya keluar kota cukup sering akhirnya membuatnya curiga. Wanita ini pun mencari tahu kebenarakan tugas keluar kota yang diberikan kepada suaminya.

Ternyata hanya akal bulus AC yang bertugas sebagai Pejabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)untuk bisa berduaan dengan IS, wanita tiga anak yang suaminya bekerja di Kalimantan. Di kota sekarang ia bekerja sebagai PNS, IS kontrak.

Begitu mendapatkan kabar dari WL, Dedi pun menyambut kedatangan AC dan IS. Keduanya terus dipantau. Saat berangkat, AC pamit hendak ke Jakarta. Nyatanya, Dedi menemukan adik iparnya itu di Tanjungpinang bersama teman wanitanya di Hotel Kaputra.

Disampaikan dedi, sebenarnya tak ingin mengekspos perselingkuhan adik iparnya ke media. Saat penggerebekan dilakukan, AC diminta menyelesaikannya secara baik-baik dan rasa kekeluargaan. Namun Dedi tak melihat ada respon yang baik dari AC.

Menurut Dedi, adik iparnya sudah memiliki satu anak. Ditambahkannya, AC pernah mengakui jika sudah tak mencintai WL lagi. “Rasa sayang saya sudah terkikis dan tinggal sedikit,” kata Dedi menirukan perkataan Acla kepada istrinya WL.

“Asusila adalah perbuatan dosa besar, jadi jangan sekali-kali berselingkuh tidak dibenarkan dalam ajaran agama,” Dedi mengingatkan.

Mestinya Dijaga

Lantas apa pendapat anggota DPRD Kepri soal maraknya perselingkuhan di kalangan PNS akhir-akhir ini? Wakil Ketua DPRD Kepri Ing Iskandarsyah menjelaskan, fenomena umum perselingkuhan bukan hanya terjadi di Kepri tapi hampir seluruh daerah. Baik PNS maupun profesi lainnya.

Namun, sebagai daerah yang memiliki budaya Melayu, mestinya perselingkuhan tidak terjadi, lantaran budaya Melayu budaya yang menjunjungi tinggi norma-norma dalam kehidupan sehari-hari. Ia minta agar Pemerintah Provinsi Kepri melalu Sekretaris Daerah bersama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melakukan pembinaan bagi PNS. Pembinaan akhlak yang mulia bukan hanya untuk pelajar tapi juga sangat penting bagi PNS agar bisa menjaga ajaran agama dengan baik.

Ia juga mendesak pemerintah provinsi segera mengambil tindakan untuk melakukan penertiban terhadap PNS-PNS tersebut. Dikhawatirkan hal ini akan berdampak pada menurunnya kinerja pelayanan pada masyarakat.

“Kita juga minta ada pengawasan untuk PNS yang dilakukan pemerintah terutama saat PNS melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Maupun ada PNS melakukan seminar-seminar tapi peserta seminar menginap di hotel,” tegasnya.

Kepala SKPD juga diminta untuk memberikan arahan yang baik dan benar terutama tentang ajaran agama akhlak mulia dan budipekerti yang baik. Mestinya seluruh PNS sering diajarkan pelajaran tentang agama yang rutin dilakukan dan seluruh PNS wajib mengikutinya.

Menurut Ing Iskandarsyah, semua manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan. Walaupun sama-sama berjauhan untuk menghindari perselingkuhan sama-sama menjaga kepercayaan, baik kepercayaan istri yang diberikan kepada suami atau kepercayaan suami yang sudah diberikan ke istri.

“Agar keluarga harmonis harus sama-sama percaya diri dan saling menghargai,” paparnya.(abas)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *