Adopsi Kurikulum Internasional

Peserta yang mengikuti sosilasi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.

Tanjungpinang Bangkit Mengejar Mutu Pendidikan

Dunia pendidikan ibu kota Provinsi Kepri terus berbenah. Ketika hasil ujian nasional (Unas) menjadi salah satu barometer, memang tak ada alasan untuk tak mencari terobosan baru.

ABAS, Tanjungpinang

Sebuah acara sarat nuansa pendidikan dilaksanakan di Hotel Bintan Plaza, Selasa (10/1). Dikemas sedemikian rupa, kegiatan yang diprakarsai Dewan Pendidikan Tanjungpinang ini memperkenalkan lebih dalam apa itu Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edward Mushalli, membukanya dengan harapan ke depan pendidikan Tanjungpinang makin berjaya.
Beberapa yang hadir adalah mereka yang lama berkecimpung dalam dunia pendidikan, atau paling tidak bersentuhan langsung dengan bidang tersebut.

Sebutlah kepala SD sampai SMA. Undangan juga diberikan kepada wali murid yang duduk dalam kepengurusan komite sekolah. Selama dua hari, 500-an peserta sosialisasi akan mendapatkan materi tentang pentingnya menjalin komunikasi.

Ketua penyelenggara yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tanjungpinang, Ahadi, menjelaskan setelah kegiatan berakhir diupayakan peran dan fungsi dewan pendidikan serta komite sekolah lebih diberdayakan.

Sudah terlalu sering permasalah pendidikan muncul di lapangan. Pungutan, iuran, kenakalan murid, terapi guru untuk muridnya yang nakal, tak jarang berujung pada pencitraan. Kegiatan ini diharapkan mampu menemukan solusi terbaik jika terjadi persoalan menyangkut dunia pendidikan.

“Itu semua dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Tanjungpinang ini,” kata Ahadi.

Seperti newsletter Disdik, Dewan Pendidikan dibentuk berdasarkan kesepakatan dan tumbuh dari bawah berdasarkan sosio masyarakat dan budaya serta sosio demografis dan nilai­nilai daerah setempat sehingga lembaga tersebut bersifat otonom yang menganut asas kebersamaan menuju ke arah peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan di daerah yang diatur oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Kondisi mi hendaknya dijadikan dasar pertimbangan oleh masing-masing pihak atau stakeholder pendidikan di daerah agar tidak terjadi adanya pelanggaran hukum administrasi negara yang mengakibatkan adanya konsekuensi hukum baik perdata maupun pidana di kemudian hari.

Dewan Pendidikan memiliki tujuan dibentuk, yakni mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan; meningkatkan tanggung jawab dan peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu; menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah memang perlu. Bahkan pembentukannya berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 044/U/2002.

Sementara tujuan dibentuknya Komite Sekolah adalah mewadahi dan meningkat kan partisipasi para stockholders pendidikan pada tingkat satuan pendidikan (sekolah) untuk turut serta merumuskan, menetapkan, melak sanakan dan monitoring pelaksana an kebijakan sekolah dan pertang gung jawaban yang berfocus pada kualitas pelayanan pendidikan secara proporsional dan terbuka; mewadahi para stockholders dalam manajemen sekolah sesuai
dengan peran dan fungsinya, berkenaan dengan perencanaan, pelak sanaan dan evaluasi program sekolah secara proporsional; mewadahi partisipasi baik individu maupun kelompok sukarela pemerhati atau pakar pendidikan yang peduli kepada kualitas pendi-dikan secara proporsional selaras dengan kebutuhan sekolah; menjembatani dan turut serta memasyarakatkan kebijakan sekolah kepada pihak pihak yang terkait dan berwenang di tingkat daerah.

Kegembiraan terpancar di raut Wakil Wali Kota dengan keyakinan tokoh pendidikan Tanjungpinang akan mampu melahirkan terobosan baru untuk sebuah pendidikan yang bermutu tinggi.

“Perlu ada terobosan yang harus dibuat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan terus mengalami peningkatan. Hasil Unas kemarin memang mengalami peningkatan tapi masih yang terendah di tingkat kabupaten dan kota yang ada di Kepri. Perlu rangsangan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Edward lantas mengingatkan, Tanjungpinang bertetangga dengan Malaysia dan Singapura. Menurutnya harus dibuat kurikulum pendidikan yang memungkinkan output lebih baik dari tahun ke tahun. Bisa saja, kata dia, mengadopsi kurikulum internasional yang disesuaikan dengan kearifan lokal serta sumber daya manusia yang ada. Alangkah bangga jika mutu pendidikan di Kota Tanjungpinang tidak kalah bersaing dengan mutu pendidikan di luar negeri maupun daerah lain di Indonesia.

“Tapi kurikulum yang dibuat harus sesuai juga dengan moral dan ahlak seperti yang tertera dalam Gurindam 12”, tegas Wakil Wali Kota.

Ia juga minta agar pelajaran ahlak mulia di sekolah benar-benar berjalan dengan baik.***

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *