Kejaksaan Bidik Dugaan Korupsi di Sekwan Lingga

Mantan Bendahara Sekwan, SI Diperiksa 5 Jam

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Daik Lingga membidik dugaan penyelewengan Uang Untuk Dipertanggungjawabkan (UUDP) pada Sekretariat DPRD Lingga tahun anggaran 2006 dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar. Terkait dugaan penyimpangan itu, Kejari sudah memanggil mantan bendahara di Sekretariat Dewan Lingga SI, Selasa (28/2) dalam kapasitas sebagai saksi.

SI diperiksa dalam waktu sekitar lima jam atau sejak pukul 09.00 hingga pukul 15.00 di ruang intel Kejari Daik di Dabo Singkep.
Kasi Intel Kajari Daik Lingga Hendra saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan mantan bendahara itu terkait dugaan penyimpangan UUDP. “Benar, baru tahap penyelidikan Bang. Belum dapat dikomfirmasi,” kata Hendra melalui pesan singkat yang dikirim Tanjungpinang Pos, Rabu (29/2).

Informasi yang dihimpun koran ini, SI yang bertugas sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Lingga antara 2004 hingga April 2007. Di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) laporan keuangan Pemkab Lingga 2008 terdapat sisa UUDP 2006 yang belum disetor sebesar Rp1,3 miliar dan Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan (UYHD) tahun 2007 sebesar Rp392 juta.

Sementara itu berdasarkan buku kas umum bendahara Sekretariat DPRD 2006 diketahui sampai 31 Desember 2006 total penerimaan SP2D sebesar Rp9,9 miliar. Kemudian total pengeluaran sebesar Rp7,9 miliar. Sehingga terdapat sisa UUDP sebesar Rp2,07 miliar. Dari hasil pemeriksaan sisa UUDP tahun 2006 diketahui SI telah melakukan penyetoran sisa UUDP tahun 2006 sekitar Rp720 juta. Sedangkan sisanya sekitar Rp1,3 miliar belum disetor ke kas daerah.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa berdasarkan Buku Kas Umum Bendahara Sekretariat DPRD Kabupaten Lingga 2007 (sampai 30 April 2007) diketahui total penerimaan UUDP sekitar Rp2,6 miliar. Dengan total pengeluaran sekitar Rp1,4 miliar. Sehingga terdapat sisa UUDP yang belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp1,2 miliar.

Seiring dengan terjadinya pergantian bendahara di Sekretariat DPRD Lingga, bendahara yang baru dengan inisial Ksm membuat pembukuan baru. Dia tidak melanjutkan pembukuan dari bendaharawan yang lama yakni SI.

Data dari BKU diketahui bahwa pada Mei 2007 tercatat tidak ada transaksi pada BKU, tetapi sisa dalam kas per tanggal 1 Mei 2007 tersebut adalah Rp0,00 yang seharusnya masih tersisa sebesar Rp1,2 miliar atau sama dengan saldo per30 April 2007. Dengan demikian terdapat sisa lebih Rp1,2 miliar dari BKU Bendahara DPRD yang lama yakni SI.

SI kemudian melakukan penyetoran ke kas daerah sebesar Rp810.000.000 yaitu tanggal 30 April 2008 sebesar Rp610.000.000 dan tanggal 18 Juni 2008 sebesar Rp200.000.000. Sehingga sisa UUDP yang belum disetor oleh SI sebesar Rp392.040.000.(TENGKU)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *