Tumor Itu Awalnya Benjolan di Belakang Daun Telinga

Keluarga Berharap Bantuan Dermawan

f-istimewa MEMBESAR: Inilah tumor yang menggrogoti tubuh Tedi Setiawan. Pihak keluarga membutuhkan bantuan dermawan.

TANJUNGUBAN – Cita-cita untuk memenjadi pesepakbola seperti Andik Firmansyah urung sesaat. Sepatu bola yang menjadi permintaannya tidak bisa dikabulkan karena kakinya kian lemah dan tidak berdaya.
Tedi Setiawan, bocah berusia 12 tahun itu, sejak pertengahan  2011 lalu menderita penyakit tumor yang menjalar di telinga sebelah kirinya. Kini, ia tengah berjuang di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, melawan penyakit yang telah merampas keceriaan masa kecilnya.
“Dia (Tedi) rindu bermain dan bercanda bersama teman-temannya. Dia suka main bola kaki, memang cita-citanya ingin seperti pemain bola Andik Firmansyah,“ ungkap Sujarno (48) orang tua Tedi, kemarin.
Sujarno menceritakan, kondisi anaknya makin hari semakin menyedihkan. Berat badannya dari semula 30 kilogram, kini sudah menurun jauh jadi 22 kilogram. Tumor di telinganya makin membesar. Dampaknya, badannya semakin lemah dan kakinya membengkak dan tidak bisa digerakkan. Tidak banyak gerakan yang dilakukannya selain terbaring di tempat tidur.
Setiap hari Tedi sudah. Badannya sakit semua dan suhu tubuhnya sering panas. Keluarganya tidak bisa berbuat apa-apa, selain berusaha dan berdoa mengharapkan kesembuhannya segera.
“Sekarang kami menunggu dokternya, karena kemarin sudah diambil sampel darah dan dagingnya, apakah mau dioperasi atau apa, menunggu kata dokternya,“ ujar warga jalan Langsat RT 001 RW 001 Sei Kecil Kecamatan Teluksebong.
Tumor itu awalnya tumbuh di telinga Tedi dari benjolan kecil di belakang daun telinga. Benjolan kecil itu makin membesar dan menimbulkan rasa nyeri dan perih. Sujarno membawa anaknya berobat tradisional.
Berobat dan berobat ke pengobatan tradisional tidak membuahkan hasil.  Di November bulan 2011, Sujarno dengan modal SKTM membawa anaknya ke RSUD Tanjungpinang untuk menjalani operasi pemotongan benjolan di belakang telinga anaknya.
Tapi benjolan baru muncul dan ukurannya lebih besar dari benjolan yang pertama. Selang beberapa bulan, Sujarno membawa anaknya lagi untuk dioperasi. Namun apa yang terjadi benjolan itu malah mengeluarkan nanah dan bau yang sangat menyengat. Selepas operasi, kaki kanannya membengkak diikuti kaki kirinya. Tedi semakin sulit untuk duduk apalagi untuk berdiri dan berjalan.
Keluarga Sujarno, buruh bangunan itu pun pasrah. Ia tidak tahu harus mengadu kemana. Beruntung, jalan tetap masih ada setelah mendapatkan arahan untuk menggunakan dana bantuan dari pemerintah.
Tapi tentu, keresahan dan ketakutan Sujarno belum berakhir. Terlebih, hasil yang akan didapatkan dari pengobatan di Jakarta belum diketahui. Sementara, sebagai buruh bangunan, tentu saja, ia pusing memikirkan itu.
“Ya, kalau ada yang mau membantu, kami senang sekali dan mengucapkan terima kasih, semoga yang membalas Yang Di Atas,” tambahnya. Anda bersedia membantu? Bisa menghubungi nomornya, 081268026141.(noc)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *