Honorer Pemko Selingkuh Terancam Pemecatan

Tengku Dahlan

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan, hingga Rabu (8/8) belum menerima laporan dari pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) maupun Inspektorat soal oknum honorer di Pemko Tanjungpinang yang berselingkuh dengan oknum PNS Kabupaten Lingga dan digerebek istri PNS, kemarin. Namun jika terbukti ada ancaman honorer itu dipecat.

“Saya tahunya ada honorer Pemko Tanjungpinang yang berselingkuh dari koran pagi ini,” tegas Tengku Dahlan, Rabu (8/8).

Dijelaskannya, bila honorer terbukti berselingkuh, tentu ada sanksi yang akan diberikan sesuai dengan poin-poin yang tertera saat dilakukan kontrak kerja. Dan pemerintah Kota Tanjungpinang minta kepada Inspektorat Kota Tanjungpinang, untuk mengecek kebenaran berita di koran.
“Ancamanya bisa dipecat dari honorer,” tegas Tengku Dahlan.

Kasus perselingkuhan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, dengan oknum honorer di Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, merupakan satu bukti bahwa moral PNS di Provinsi Kepri mulai rusak. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi I bidang aparatur dan hukum, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Syukri Fahrial.

“Ini bukan kasus pertama. Sebelumnya kasus-kasus lainnya tentang PNS selingkuh juga sudah terungkap. Baik itu di Tanjungpinang, Anambas, Bintan dan sekarang di Lingga,” sebut Syukri.

Dengan demikian, pola perselingkuhan baik yang dilakukan PNS, Pegawai Tidak Tetap (PTT) ataupun honorer ini sudah semacam penyakit yang menular kemana-mana, sehingga institusi pegawai sebagai pengayom dan pelayan publik ini sudah tercoreng.

“Dan saya rasa, yang terungkap ini hanya sebagian kecil saja. Yang tidak kelihatan dan tidak ketahuan masih lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Politisi Hanura ini menegaskan, untuk hal-hal yang seperti ini, apalagi telah merusak nama baik korps pegawai negeri. Harus ada tindakan tegas yang nyata dari pimpinan, mengenai sanksi kepada pelaku.
“Apakah itu sanksi administrasi hingga sanksi pemecatan,” imbuhnya.

Untuk kasus yang terbaru ini, Syukri menyarankan agar yang statusnya PNS diturunkan pangkatnya, serta dicopot dari jabatannya jika memang yang bersangkutan memegang jabatan.
“Sedangkan yang statusnya PTT atau honorer, pecat saja. Tidak perlu pertimbangan A dan B, kalau sudah merusak citra pegawai negeri seperti ini,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum PNS di lingkungan Pemkab Lingga berinisial MH (40), dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh istrinya sendiri yang berinisial RN, Senin (6/8) pagi.
MH dipolisikan setelah tertangkap basah oleh istrinya yang merupakan pegawai negeri di Pemko Tanjungpinang, saat sedang berduaan dengan wanita lain berinisial Her (36), yang juga seorang pegawai honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang, Minggu (5/8) sekitar pukul 23.00 di Hotel Winner, Pancur Lingga Utara.

Perceraian PNS Tinggi
Kepala Pengadilan Negeri Agama Tanjungpinang Nur Mujid, beberapa waktu sebelumnya mengutarakan angka perceraian kalangan PNS di Tanjungpinang cukup tinggi dan terjadi trend meningkat dari tahun ke tahun. Mestinya, PNS yang merupakan panutan masyarakat, baiknya memberikan contoh yang baik, bukan memberikan contoh yang tidak baik.
Faktor perceraian di kalangan PNS karena tidak adanya keharmonisan di dalam keluarga, kurangnya komunikasi dan juga bisa jadi dari pihak ketiga, kata Nur Mujid.
Seperti disampaikan juga oleh Panitera Muda Hukum di Pengadilan Agama Tanjungpinang, Muzahar, perceraian PNS dari bulan Januari sampai Maret tahun 2012 ada 21 berkas. Yang sudah dikabulkan hingga April tiga permintaan, empat dicabut lagi.
Kebanyakan yang melapor di Pengadilan Agama adalah kaum perempuan daripada kaum laki-laki. “Perbandingannya 70 dibanding 30,” ujar Muzahar, waktu itu.
Dalam tahun 2011, angka perceraian PNS mencapai 62 berkas. Sejumlah 45 permintaan diluluskan, sementara 12 lainnya dicabut. (ABAS,TAUFIK)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *