Ketua RT Pun Sampaikan LPj

ALA KAMPUNG: Kepala Desa Teluk Bakau, Syafarudin (kanan) memimpin LPj, di samping Ketua RT-RW di wilayah kerjanya, Senin (5/11).

Ketika Warga Kampung Inginkan Transparansi


BALAI
Desa setempat waktu itu sudah hampir terisi penuh. Diperkirakan, sekitar 100 warga yang hadir, dari RT 1 sampai RT 4 di Desa Teluk Bakau.
Tak hanya bapak-bapak, ibu-ibu pun ikut hadir.

Ya, hari itu memang ada agenda penting. Yakni, penyampaian laporan Ketua RT dan RW yang sudah hampir selesai masa jabatan lima tahun terakhir. Saat itu, warga sengaja berkumpul, karena sebelumnya sudah menerima undangan kepala desa setempat.

“Jadi, acara kita ini semacam temu sapa ajalah. Santai saja kita pak ya, bu…,” kata Syafaruddin, Kepala Desa Teluk Bakau seraya menambahkan 23 November nanti sudah harus dilakukan pemilihan ulang Ketua RT dan RW.

Masing-masing Ketua RT dan Ketua RW pun dipersilakan ke depan. Di Teluk Bakau, ada 4 RT dan dua RW. RT I diketuai Sumadi, RT II dipimpin Sudirman, RT III dijabat Azman dan RT IV dipegang Ahmad Marzuki. Sedangkan, RW satu yang membawahi RT I dan RT II diketuai Isa Suprayitno dan RW II diketuai M Tayib.

Tak ada seremoni khusus, sang kepala desa pun memulai acara. Pertama, masing-masing Ketua RT diberi kesempatan menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Baru, giliran Ketua RW dan selanjutnya digilir penyampaian saran dan tanggapan dari masyarakat.

Memang, terkesan momen itu hanya banyak dimanfaatkan Ketua RT-RW jadi ajang penyampaian kata maaf dan ucapan terima kasih. Sesekali terdengar gurauan pertanda keakraban sesama mereka.

Namanya memang penyampaian laporan pertanggungjawaban, tapi tidak ada ketegangan. Hampir terbilang, selama penyampaian laporan, suasana selalu mencair. Bahkan, keakraban yang terlihat.
Terbukti, saat ada Ketua RT dan RW yang menyatakan tak akan mencalonkan diri lagi, malah warga lain yang meminta kesedian RT itu lagi.

“Kami senang pak. Kami minta, bapak tetap bersedia dicalonkan,” ujar seorang warga menanggapi pernyataan Ketua RT I Sumadi yang mengaku tidak akan mencalonkan diri.

Tawa pun terdengar lagi saat Ketua RT IV, Ahmad Marzuki mengaku sudah menjabat Ketua RT 23 tahun. Waktu yang cukup lama tentunya. Tapi karena terus terpilih, akhirnya ia tetap menjabat Ketua RT.
Namun ada yang paling menarik, ketika Ketua RT II Sudirman, menyampaikan secara detail tentang laporan kegiatan dan keuangan selama ia menjabat.

Bahkan, setiap hal yang terjadi di lingkungan tak luput dari catatannya. Sebut saja, warga yang melaporkan perpindahannya, terdata jelas nama dan asalnya. Berapa kali gotong-royong dalam lima tahun pun tercatat. Bahkan, kejadian puting beliung yang meluluhlantakkan tiga rumah jadi bahan laporannya saat itu.

Tak hanya itu, berapa surat yang dikeluarkan juga terregistrasi. Terlebih lagi, untuk pengeluarkan surat keterangan alas hak, nomor surat masih tersimpan jelas. Sehingga, seandainya ada yang ingin memalsukan surat, akan terlihat jelas mana yang dipalsukan.

“Hanya 27 alas hak ditandatangani selama 5 tahun. Kita bergotong-royong sebanyak 60 kali,” Papar Sudirman, Ketua RT II.

Hebatnya lagi, catatan keuangan pun jelas. Berapa uang masuk dan keluar terurai satu demi satu. Meski hanya untuk pembelian satu kotak air kemasan untuk kebutuhan gotong-royong.

Aplaus pun seketika terdengar dari warga yang hadir. Ya, inilah memang pertama kalinya ada pertanggungjawaban seperti itu datang dari seorang Ketua RT. Artinya, tugas seorang Ketua RT pun perlu adanya pertanggungjawaban.

“Ya, saya rasa memang harus ada pertanggungjawaban. Semua tugas harus dipertanggungjawabkan, termasuk Ketua RT,” kata Sudirman usai acara saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos.

Ternyata, ide adanya laporan pertanggungjawaban itu datang dari Sudirman. Itu diakui Kepala Desa Teluk Bakau, Syafarudin.

“Pertama, ide itu diusulkan untuk RT II saja. Tapi saya rasa, perlulah untuk semua RT dan RW. Makanya semua disurati,” kata Syafaruddin.

Akhirnya, meskipun tak semua menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara rinci, tapi terkesan dari acara itu jabatan Ketua RT atau RW hanya lah sebuah amanah. Tentu, amanah harus dipertanggungjawabkan.

“Terlepas dari kita ikut mencalon (RT) lagi atau tidak. Tapi, ketika kita sudah menyampaikan semua secara transparan, tentu beban akan kurang. Dan ke depan, seandainya terpilih, kita punya bahan masukan,” Sudirman menambahkan.(RASYID)

Pin It

Comments are closed.