Sejoli Tewas di Malam Minggu

RINGSEK: Motor korban tabrakan di pos polisi Gesek.

Dua remaja yang dikabarkan sepasang kekasih, Muson (23) dan Adelita (17) tewas setelah mengalami kecelakaan di jembatan Batu 42 Teluk Bakau Gunung Kijang, Sabtu malam (10/11) kemarin. Adelita menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan evakuasi menuju RSU Provinsi Kepri KM 8 Tanjungpinang. Sedangkan Muson meninggal setelah menjalani perawatan di RSU Provinsi Kepri, Minggu dini hari (11/11) sekitar pukul 04.00 wib.

Dari informasi masyarakat, Muson warga Kampung Lome KM 43 arah Tanjunguban, Sabtu (10/11) sekitar pukul 18.30 WIB meminta izin kepada orang tuanya pergi ke rumah teman di Tanjungpinang. Saat itu korban menyatakan ada keperluan penting sehingga membawa sepeda motor Yamaha Vega R yang telah dimodifikasi Nopol BP 3140 TP. Saat itu Muson langsung ke rumah Adelita di Perumahan Air Raja Blok C Batu 15 Tanjungpinang.

Sebelum menerima kedatangan Muson, Adelita yang merupakan siswi SMK Negeri 4 Batu 14 Tanjungpinang arah Kijang sempat bercengkrama dengan ayahnya Ansori (56), Sabtu sore. Saat itu Adelita mengambil meteran peralatan tukang ayahnya untuk mengukur tinggi badan. Saat itu, Ansori maupun istrinya tidak memiliki firasat apapun terhadap anaknya. Menjelang Isya, Adelita meminta izin kepada orang tuanya pergi bersama Muson dengan alasan ingin pergi ke rumah temannya. Menjelang kepergian tersebut, Adelita sempat menjabat tangan sang ibu sebanyak dua kali. Usai pamitan, Muson dan Adelita pergi ke Malang Rapat, pantai Trikora sambil malam mingguan.

Sekitar pukul 20.00 wib, Muson dan Adelita dari Malang Rapat kembali ke Tanjungpinang dengan kecepatan tinggi. Sekitar 20 meter menjelang tiba di jembatan KM 42, sepeda motor dengan ban kecil (bukan standar) dan knalpot racing lepas kendali. Meskipun melintasi tikungan tidak tajam, sepeda motor yang dikendarai Muson keluar jalur dari badan jalan. Bahkan, sepeda motor tersebut masuk drainase dan berhenti setelah menghantam batu miring sungai di bawah jembatan. Adelita dan Muson langsung terkapar di dalam sungai tersebut.

Melihat kejadian itu, warga setempat langsung menghubungi aparat kepolisian dan mobil ambulans. Hanya berselang beberapa menit, Muson dan Adelita dievakuasi ke RSU Provinsi Kepri dengan menggunakan ambulans. Dalam perjalanan, Adelita meninggal. Korban dibawa ke rumah duka setelah diperiksa tim medis. Sedangkan Muson sempat dirawat.

“Namun, Muson dibawa ke Lome setelah dinyatakan meninggal pukul 04.00 wib, Minggu dini hari,” ujar Boli, warga Gunung Kijang, Minggu (11/11).

Pada kesempatan lain, Kapolpos Lantas Gesek, Bripka Jhonson Minpin, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan tim medis, Muson tewas setelah mengalami benturan keras. Akibat kecelakaan, Muson mengalami luka di tangan kiri dan kanan, perut sebelah kiri robek dan mengalami pendarahan dengan siku kiri luka parah. Sedangkan Adelita Julianti, dagu sobek dan hidung berbuih. Dari mulutnya mengeluarkan darah akibat benturan.

“Di lokasi kejadian tidak ada penerangan jalan. Kami berharap agar di jalan pantai Trikora dilengkapi penerangan jalan di setiap tikungan. Selain itu, kami mengingatkan agar kenderaan tidak menggunakan ban yang bukan standar. Pengendara wajib menggunakan helm, baik malam hari maupun siang. Karena Muson dan Adelita pada saat kecelakaan tidak menggunakan helm,” demikian diingatkan Jhonson. (fre)

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *