Oknum Pejabat Sekretariat DPRD Selingkuh

Dipergoki Berpelukan di Ruang VIP DPRD Kepri di Pulau Dompak

WAKIL Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kepri, Raja Syahniar Usman berbicara terbuka tentang adanya dugaan perselingkuhan yang terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri, Senin (14/1), usai rapat paripurna DPRD Kepri. Rapat itu membahas agenda penyampaian hasil reses.

”Saya sudah cukup gerah dan merasa risi dengan kondisi ini. Makanya saya sudah melaporkan masalah ini secara lisan ke Gubernur Kepri, HM Sani. Gubernur menyambut positif, dan berjanji menindaklanjutinya. Dan beliau tinggal meminta satu bukti lagi, lalu para pejabat ini akan dipidahkan dari DPRD Kepri,” kata politisi senior Partai Golkar ini kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Anggota Komisi I yang akrab disapa Bunda ini mengaku, sudah empat kali memergoki kedua pejabat ini melakukan hal yang tidak wajar, antarsesama pegawai yang bukan muhrimnya.

“Yang terakhir saya pergoki keduanya sementara lagi berpelukan di ruang tunggu VIP Kantor DPRD Kepri, Dompak,” sebutnya.

Diungkapkannya, awalnya ia tidak pernah mencurigai kedua pejabat ini mempunyai hubungan khusus. Meski sempat melihat keduanya lagi berduaan di Batam. Pertimbangannya, karena hal itu masih ada kaitannya dengan tugas DPRD Kepri.

Sehingga ia mengabaikannya. Namun tak lama berselang, istri HR Usman Draman ini kembali menjumpai kedua pejabat ini di acara MTQ Provinsi Kepri ke IV di Bintan.

“Saya melihat mereka sementara berduaan di lokasi MTQ. Oleh karena waktu saya pergi bersama suami dan anak-anak, saya tidak ambil pusing. Tapi kecurigaan saya mulai muncul,” ujarnya.

Akhirnya hal inipun dibiarkannya. Tapi pada satu waktu di Kantor DPRD Kepri, Batu 11 Tanjungpinang. Dia dibuat kaget bukan kepalang, ketika ia memasuki ruangan pejabat tersebut, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, sang pejabat perempuan lagi tiduran di atas paha sang pacar.

Ironisnya, perilaku pejabat ini diketahui oleh sejumlah pegawai, tapi mereka berusaha menutupi dan menghalang-halangi, ketika ketahuan sedang berduaan di kantor DPRD Kepri.

”Sejak itulah emosi saya tidak tertahankan, dan langsung melaporkannya ke Gubernur Kepri. Setelah dilaporkan, ternyata kejadian ini terulang lagi, tepatnya di ruang VIP DPRD Kepri di Dompak tadi,” terangnya.

Ditanya mengenai nama kedua pejabat, dia menjawab kedua pejabat ini tidak perlu disebutpun, semua orang sudah tahu. Malah bukan hanya di kalangan DPRD Kepri. Tetapi sampai menjadi pembicaraan di jajaran pejabat dan pegawai Pemprov Kepri.

”Saya tidak sebut pun Anda sudah tahu. Tapi bagusnya jangan disebut dulu namanya. Ini sekadar memperingatkan dulu,” pintanya.

Syahniar Usman menegaskan, saat ini ia tengah menyusun surat laporan secara resmi kepada Pemprov Kepri. Khususnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, mengenai perilaku kedua pejabat sekretariat yang tidak wajar ini.

Ia hanya berharap ada tindakan tegas dari kepala daerah mengenai kasus ini. Karena bagaimanapun, kondisi ini telah membuat DPRD Kepri tidak kondusif. Baik itu antaranggota dengan staf, maupun antarsesama pegawai.

”Ini sudah merusak sistem. Makanya saya tidak heran kemarin ada keluhan anggota dewan mengenai jadwal paripurna yang tidak sampai ke anggota. Dan ini pasti karena kurangnya pengawasan, atau koordinasi dari pejabat yang bersangkutan. Yang buat saya makin marah, sudahlah sama-sama menyandang status pejabat. Umur keduanya juga sudah tidak muda lagi,” kesal Syahniar sembari mengakhiri wawancara.(TAUFIK A HABU)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *