Reklamasi 760 Hektare, Amdal Mulai Diajukan

SERIUS: Senior Liaison Manager PT BIIE LObam, Jamin Hidajat (kemeja putih) tampak serius berbincang dengan peserta pertemuan usai presentasi Andal pengembangan Kawasan Industri Lobam, kemarin. Untuk pengembangan kawasan ini, direncanakan akan ada reklamasai pantai seluas 760 hektare.

SERIUS: Senior Liaison Manager PT BIIE LObam, Jamin Hidajat (kemeja putih) tampak serius berbincang dengan peserta pertemuan usai presentasi Andal pengembangan Kawasan Industri Lobam, kemarin. Untuk pengembangan kawasan ini, direncanakan akan ada reklamasai pantai seluas 760 hektare.

Bakal Terbuka 24 Ribu Kesempatan Kerja

Tahapan rencana pengembangan Kawasan Industri Lobam terus melangkah maju. Kemarin, tim konsultan PT Surya Bangun Pertiwi (SBP) mempresentasikan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) kegiatan itu.

Tentu saja, ada dampaknya yang akan dirasakan masyarakat. Tak hanya dampak terkait lingkungan, tapi juga dampak positif terhadap terbukanya peluang kerja.

Saat itu disebutkan, penataan dan pengembangan lahan seluas 4 ribu hektare di Lobam bakal menampung 24 ribu pekerja.

Pada saat presentasi, Manager Liaison PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Jamin Hidajat menyebutkan, penataan dan pengembangan kawasan industri Lobam tersebut ada beberapa bagian.
Seluas 3.333 hektare lahan yang akan dikembangkan ditujukan untuk beberapa blok industri. Dalam areal itu juga bakal dipertahankan dan dikem bangkan kawasan konservasi mangrove.

Tidak hanya itu, PLTU untuk kebutuhan industri juga bakal dinaikan kapasitasnya. Dari kekuatan 2×35 MW menjadi 2×75 MW.

Bukan saja untuk kepentingan pengembangan investasi industri. Pengembangan lahan seluas 3.333 hektare juga diperuntukan pembangunan areal pemukiman untuk pegawai BIE, dormitori pekerja serta bakal dibangun areal perumahan untuk masyarakat umum.

Untuk jangka panjang, di Kawasan Lobam juga ditata areal pusat perekonomian masyarakat umum. Kota usaha masyarakat itu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat tempatan. Lokasi kota usaha masyarakat umum itu dibangun tidak jauh dari lokasi bandar udara (bandara) Busung.

“Jadi, pengembangan Lobam ke depan bukan saja untuk industri saja. Tapi sudah mengarah kepada pertumbuhan usaha dan ekonomi masyarakat umum. Kita utamakan untuk masyarakat sekitar kawasan Lobam. Khusus untuk pengembangan industrinya, bakal ada 24 ribu pekerja yang ditampung nanti. Penataan dan pengembangan tahap awal dilakukan tahun 2014 sampai dengan 2020,” jelas Jamin Hidajat saat presentasi Andal penataan dan pengembangan kawasan Lobam di Laguna Hotel, Selasa (19/2).

Pada sesi lain, tim konsultan PT SBP, Agung menambahkan, dalam penataan dan pengembangan kawasan industri Lobam itu bakal dilakukan reklamasi seluas 760 hektare tepi laut.

Reklamasi dilakukan dari Pantai Lobam sampai ke arah Teluk Lobam dan Busung. Dalam pelaksanaan proyek reklamasi, pihak rekanan akan mendirikan tanggul terlebih dahulu di tengah laut.

Setelah tanggul selesai, baru dilakukan penimbunan bahan material ke daerah reklamasi. Sehingga tingkat kekeruhan atau efek lingkungan sangat kecil. Termasuk untuk pendalaman alur pelayaran, tidak memberikan efek besar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PT SBP dan BIE Lobam akan membangun kawasan budidaya kerapu dan teripang. Budidaya tersebut bakal diberikan kepada masyarakat sekitar kawasan. BIE akan mengarahkan pembentukan tim bersama pemerintah yang sifatnya seperti peran humas.

Sehingga tim itu bisa memediasi aspirasi dan penyampai solusi. Sedangkan untuk peluang kerja, perusahaan akan berupaya memberikan pelatihan bagi masyarakat yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan. Sehingga pelatihan itu bisa menjadikan masyarakat hidup terampil dan mandiri.

“Dalam peluang kerja itu, kami berharap agar masyarakat mempersiapkan anaknya dengan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena pihak perusahaan akan memberikan program dalam bentuk CSR. Untuk penataan dan pengembangan ini, 70 persen untuk industri dan 30 persen untuk kawasan hijau. Jika selama ini baru memanfaatkan 300 hektare lahan, ke depannya akan kami kembangkan lagi seluas 4.093 hektar,” terang Agung.

Camat Seri Kuala Lobam. Nilwan, mengharapkan, analisi dampak lingkungan yang dibuat perusahaan jangan hanya sekadar di atas kertas.

Tapi, harus memberikan efek langsung seperti kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar. Minimal, masyarakat menjadi security atau cleaning service bagi pendidikan yang tamatan rendah.

“Pada prinsipnya, tim komisi penilaian Andal setuju. Tapi aspirasi masyarakat harus diperhatikan. Terutama untuk kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” kata Nilwan.

Kepala BLH Bintan, Patimura, menyebutkan, dari hasil presentasi Andal penataan (reklamasi) dan pengembangan kawasan industri Lobam, pihak perusahaan mesti melengkapi beberapa izin yang belum ada. Karena, dalam pengembangan itu banyak bidang yang terkait. Masing-masing bidang itu harus ada dokumen hukumnya.

“Andal yang sudah ada tidak ada masalah lagi, sudah disetujui. Tinggal melengkapi izin dari beberapa instansi terkait saja,” tegas Patimura di dampingi Kabid Pengawasan Hukum Lingkungan, Afrizal usai memimpin sidang komisi Andal.

Presentasi Andal penataan dan pengembangan kawasan industri Lobam dihadiri Kepala Dishub Bintan Karya Harmawan, Kepala BPMPD Mardhiah, Kabag Agraria Irma Annisa, tokoh masyarakat Busung, tim akademika dan pengamat lingkungan.(YUSFREYENDI)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *