Pegawai Pemprov Calo CPNS

BUKTI: Salah satu kuitansi yang diberikan kepada korban penipuan CPNS yang dilakukan oleh oknum pegawai Pemprov Kepri.

BUKTI:
Salah satu kuitansi yang diberikan kepada korban penipuan CPNS yang dilakukan oleh oknum pegawai Pemprov Kepri.

Ngaku Kepercayaan Orang Dekat Gubernur

PENERIMAAN calon pegawai negeri sipil (CPNS) sejak dua tahun terakhir di Pemprov Kepri memang tidak digelar. Tapi, ternyata, aksi kejahatan mencari uang dari orang yang berminat jadi PNS masih saja terjadi.

Calo atau mafia CPNS sejauh ini ternyata terus beraksi. Terbukti, tahun 2012 lalu, tidak sedikit yang menjadi korban dan kini kasusnya sudah bergulir ke kepolisian.

Ironisnya, pelaku atau yang bertindak sebagai calo CPNS tidak lain PNS sendiri. Malah, disebut-sebut, orang yang akan memasukkan jadi PNS itu membawa nama seorang kepercayaan gubernur.

”Saya percaya dan mau menyerahkan uang waktu itu karena sebelumnya 2010 lalu ada 4 orang yang memang bisa masuk. Mereka dimasukkan orang yang sama juga,” kata Hendra Yudasmara, satu korban CPNS 2012 lalu, yang menyebut pelaku kini juga menjabat satu jabatan eselon IV di Pemprov Kepri.

Saat itu, Hendra pun bisa lebih percaya lagi, karena diyakinkan oleh seorang PNS yang mengaku sebelumnya juga dimasukkan orang yang sama pada penerimaan CPNS 2010 lalu. Bahkan, PNS yang sudah diluluskan itu ikut membubuhkan tanda tangan saat penyerahan uang.

”Ada namanya Ari, sekarang dia bertugas di BLH Provinsi. Dia juga dulunya dimasukkan lewat Zhunika di Dinas Kesehatan,” papar Hendra.
Zhunika di kalangan Dinas Kesehatan Kepri selama ini dikenal dengan pejabat kepercayaan gubernur itu. Bahkan, dengan mitra Dinas Kesehatan juga sudah dikenal Zhunika sebagai tangan kanan pejabat kepercayaan gubernur itu.

Karena itulah, Hendra saat itu mengaku tak khawatir uangnya akan hilang begitu saja. Uang senilai Rp100 juta diserahkan. Saat itu, ia menyerahkan uang pada Juni 2012 lalu. Alasannya, waktu itu, Zhunika mengatakan, tahun 2012 akan ada penerimaan PNS, hanya untuk bisa dipastikan diterima harus diserahkan “uang boking” dulu.

“Uang boking”, itulah peruntukan uang Rp100 juta yang diserahkan Hendra. Sesuai perjanjian, uang sisa senilai Rp75 juta, akan diserahkan setelah dinyatakan lulus sebagai PNS.

Naas, saat itu yang menyerahkan uang tak hanya Hendra. Adik iparnya, Dewi, serta tetangganya Sudarto juga ikut menyerahkan uang. Akhirnya, total uang yang telah mereka serahkan lewat Zhunika mencapai Rp310 juta.

“Tapi, adik ipar saya, Dewi, itu diserahkan Juli, untuk penerimaan CPNS di Kanwilhukham,” papar Hendra. Ternyata, di Kanwilhukham juga, Dewi tak ada diterima.

Nah, waktu pun terus berlalu. Sekitar bulan September sampai Oktober yang diperkirakan akan ada penerimaan PNS di Pemprov Kepri juga sudah tiba. Ternyata, penerimaan CPNS tidak ada. Di situlah, Hendra mulai curiga. Akhirnya, beberapa kali ia mendatangi rumah pelaku.
Tentu saja, Hendra meminta kembali uangnya.

Tapi, ternyata, uangnya sudah tidak bisa dikembalikan lagi. Bahkan, November, tepatnya tanggal 5, Zhunika membuat surat pernyataan akan mengembalikan uang itu dalam kurun waktu satu minggu. Tapi, hingga saat ini, pengembalian uang tidak ada.

Kasus penipuan uang dengan modus penerimaan CPNS ini kini sudah diproses di Polres Barelang, Batam. Kasus ini diproses di Batam, karena saat itu uang ditransfer ke rekening oleh Hendra lewat satu bank di Batam. Bahkan, kepolisian sudah memanggil Zhunika Senin (4/3) lalu sebagai terlapor.

Sementara itu, Zhunika, sejak enam bulan terakhir, sudah tidak aktif lagi sebagai PNS. Namun yang disayangkan Hendra, terkait dengan statusnya sebagai PNS, hingga kini belum ada juga tindakan, apakah dipecat atau diberi sanksi lain.

Seorang sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi yang dikonfirmasi Tanjungpinang Pos membenarkan bahwa Zhunika adalah pegawai di kantor ini.

Sumber juga mengatakan beberapa waktu lalu Zhunika juga bermasalah. Namun ia tak menjelaskan secara rinci mengenai hal tersebut.(RASYID-ABAS)

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *