Terkendala Soal, Hari Ini Tetap UN

Dadang AG

Dadang AG

PLN Berupaya Tidak Terjadi Pemadaman Bergilir

Kepri tak termasuk dari 11 provinsi yang mengalami penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Meski pendistribusian soal mengalami kekurangan, dipastikan UN Kepri untuk SMA tetap dilaksanakan mulai hari ini, Senin (15/4).

Sebanyak 3.065 siswa SMA/SMK/sederajat di Tanjungpinang mengikuti UN. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG, mengakui kekurangan soal tersebut. Soal yang kurang untuk SMK.

“Tetap kami adakan UN sesuai dengan jadwal. Soal SMK yang kurang, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Mereka menjanjikan soal cadangan akan tiba hari ini (Minggu) menggunakan pesawat Lion atau Sriwijaya, langsung dari Jakarta ke Tanjungpinang,” kata Dadang kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (14/4).

Kata Dadang, ia optimis UN tetap dilaksanakan, karena kekurangan soal SMK, masih bisa diatasi, masih bisa didatangkan langsung dari Jakarta. Transportasi tidak masalah. Berbeda dengan daerah lainnya. Ia juga sudah mendengarkan beberapa daerah di tanah air, terpaksa UN ditunda karena soal belum masuk.

Ditegaskan Dadang, dari keseluruhan daftar peserta UN belum ada laporan yang tak bisa hadir karena sakit atau tersangkut perkara hukum. Ia mengingatkan kepada siswa yang akan mengikuti UN hari ini, supaya jangan sombong.

Artinya, jangan sombong karena selama ini dikategorikan siswa yang pintar. Baiknya, siswa pada saat mengerjakan soal, tidak boleh sombong, karena merasa pintar, maka mengerjakan soal dengan buru-buru, atau menganggap soala gampang.

“Telitilah soal dengan baik, jangan buru-buru mengerjakan. Periksalah kembali dengan cermat,” harapan Dadang.

Kekurangan soal UN juga terjadi di Kabupaten Bintan. UN di Bintan diikuti 1.249 siswa. Kekurangan soal di wilayah ini bahkan untuk tiga sekolah.

Serah-terima soal UN tingkat SLTA dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri kepada panitia penyelenggara UN Bintan dilaksanakan di Mapolres Bintan, Sabtu (13/4) sekitar pukul 11.00 kemarin. Kecuali untuk naskah soal Kecamatan Tambelan yang telah dikirim sejak Selasa (9/4) kemarin karena menyesuaikan jadwal kapal perintis.

Saat pengecekan soal yang terbungkus dalam paket bersegel, jumlah soal UN yang diterima dan didistribusikan masih terdapat kekurangan. Sekolah yang mengalami kekurang soal UN itu antara lain MAN Bintan jurusan IPA, khususnya mata ujian Bahasa Inggris. Selain itu, SMA Madani jurusan IPS juga mengalami kekurangan soal, tapi hanya untuk mata uji Bahasa Indonesia.

Sementara, SMA Negeri 3 Bintan jurusan IPS mengalami kekurangan soal mata ujian Ekonomi. Direncanakan, kekurangan soal itu akan dikirim langsung pada hari H pelaksanaan UN dengan tetap mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Usai serah-terima di Mapolres, soal langsung didistribusikan ke masing-masing UPT kecamatan se-Bintan yang terdapat SMA/sederajat. Pada saat pengiriman soal, dilakukan pengawalan dari personel Polsek yang ada di jajaran Polres Bintan, Sabtu sore kemarin.

Naskah soal itu diletakan di Mapolsek dan Pospol untuk daerah pulau. Untuk pengamanan tidak bocor, naskah soal dikunci serta diberikan batas pengaman oleh pihak kepolisian.

Kapolres Bintan, AKBP Octo Budhi Prasetyo, menyampaikan, soal dibawa ke masing-masing sekolah sekitar pukul 06.00 pada saat penyelenggaraan UN, mulai Senin (15/4) ini sampai Kamis (18/4).

Pelaksanaan UN di Bintan berada di 15 sekolah yang terdiri dari 7 SMA Negeri, 1 SMA swasta, 2 SMK Negeri, 3 SMK swasta, 1 MA Negeri dan 1 MA swasta. Peserta yang mengikuti ujian nasional tingkat SLTA sampai saat ini terdata 1.249 siswa.

“Untuk pengamanan penyelenggaraan UN di Bintan, kami menempatkan 45 orang personel. Satu sekolah akan diawasi 2 sampai 3 orang personel kepolisian berpakaian sipil,” Octo Budhi, Minggu (14/4).

Pada kesempatan lain, Kabag Humas dan Protokol Bintan, Luki Zaiman Prawira, menyebutkan, menjelang pelaksanaan UN tidak ada kendala. Soal kekurangan soal, pihak Disdik Kepri akan mengirim pada saat ujian. Untuk hari pertama, Bupati Bintan, Ansar Ahmad akan meninjau dan memantau pelaksanaan UN di wilayah Bintan Timur. Sedangkan Wakil Bupati Bintan, Khazalik akan meninjau di SMA Negeri 2 Bintan dan sekitar Toapaya.

“Dijadwalkan, UN dimulai sekitar pukul 07.15. Soal ujian sudah dibawa dari Mapolsek ke sekolah sekitar pukul 06.00. Pemerintah berharap siswa yang rumahnya jauh agar lebih cepat ke sekolah. Untuk bus angkutan, jemputan lebih awal dibandingkan hari sebelumnya,” demikian diharapkan Luki.

Lain lagi kejadian menjelang UN bagi siswa di Batam. Soal UN Bahasa Inggris, untuk SMA Yos Sudarso Batam, tertinggal di Tanjungpinang. Akibatnya, Dinas Pendidikan Batam, kembali harus menjemput soal itu.
Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) SLTA se-Kota Batam, Andi Agung, Minggu (14/4) di Batam menjelaskan soal diketahui tertinggal saat akan pendistribusian ke polsek. Namun, soal itu diakui sudah dijemput kembali, petugas dari Disdik.

“Iya, soal ujian Bahasa Inggris untuk Yos Sudarso, tertinggal di Pinang. Tapi sudah dijemput,” katanya.

Walau sempat tertinggal, namun tidak mengganggu distribusi soal ke Polsek-polsek di Batam. Terlebih, soal UN yang sempat tertinggal, bukan untuk sekolah di hiterland.

“Kita sudah siap menyelenggarakan UN,” sambungnya.

Saat ini, Disdik diakui sudah siap dan tinggal pelaksanaan UN di Batam. Dimana, soal yang didistribusikan ke Polsek, bisa diambil Kepala Sekolah, dari Polsek diwilayahnya, sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (15/4).

“Soal sudah didistribusikan ke Polsek. Besok, kepala sekolah jemput ke polsek,” himbaunya.

Di tempat terpisah, Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata, menyampaikan harapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Tahun ini, selain harapan target kelulusan, juga harapan agar penyelenggaraan berjalan sukses.

“Pemerintah menargetkan kelulusan UN sebesar 90 persen. Semoga penyelenggaraan UN berjalan sukses,” harapnya.

Sebelumnya, Andi mengatakan, UN akan diikuti 700 siswa paket C. Sementara yang reguler, siswa yang ikut UN, ada 7.146 orang di Batam. Khusus untuk wilayah hiterland, yang jauh dari kantor camat, pihaknya meminta bantuan pengamanan dari TNI Angkatan Laut (AL).

“Khusus ke hiterland, kita akan meminta bantuan AL, utamanya yang lokasi sekolahnya jauh dari Polsek,” bebernya.

Ditanya perihal siswa yang berhalangan ujian karena sakit, maka dilakukan ujian susulan. Ujian susulan akan dilakukan 22 April 2013 mendatang.

“Kalau siswa hamil, ada kebijakan Pak Kadis, tidak ikut. Belum ada perubahan arahan. Sama seperti siswa yang tersangkut hukum, seperti pelaku pencurian beberapa waktu lalu, belum ada arahan,” beber Andi.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan penundaan jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi. Penundaan ini terkait kendala teknis dalam pengepakan naskah soal di percetakan.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, di Jakarta, menyebutkan ke-11 provinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN tersebut adalah: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara TimurUjian Nasional SMA 2013 untuk 11 provinsi akan ditunda selama dua hari karena sampai saat ini soal belum dikirim oleh percetakan PT Ghalia Indonesia Printing.

Jamin Tak Padam
Seringnya byar pet PLN membuat siswa dan arang tuanya khawatir akan mengganggu masa belajar menjelang UN. Namun, PLN Tanjungpinang berjanji saat UN tidak ada pemadaman bergilir.

Area Manager PLN Tanjungpinang, Agustian, menjelaskan, kondisi listrik di Tanjungpinang, masih dayanya masih pas-pasan. Artinya, daya yang tersedia hanya 46,7 megawatt (MW), sedangkan beban puncak, pernah terjadi mencapai 48 MW.

“Insya Allah dan mari berdoa bersama, agar listrik tidak padam saat UN,” kata Agustian kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (14/5).

Kemarin, PLN sedang memasang satu mesin pembangkit. Mesin pembangkit memiliki daya 1 MW, didatangkan dari Batam, diharapkan sebelum UN, mesin ini sudah dioperasikan.

“Kalau mesin ini dari Batam dioperasikan, kita mendapatkan tambahan 1 MW,” tegasnya.

Mesin yang didatangkan dari Batam, adalah mesin penganti yang awalnya, mesin 1 MW didatangkan dari Kantor Wilayah PLN Riau-Kepri di Pekanbaru, terlambat masuk.

“Karena mesin kita terlambat masuk dari Pekanbaru. Pengantinya, mesin dari Batam kita datangkan,” tegasnya. Ditegaskan dia, PLN masih mengharapkan tambahan daya dari PLTU Galang Batang. Kalau saat ini (Minggu kemarin), daya dari PLTU Galang Batang sudah masuk ke sistem, maka daya kembali bertambah.

“Kalau musin hujan seperti ini, beban puncak menurun. Cuma, persoalan kalau hujan disertai petir dan kilat, secara otomatis listrik padam,” tegasnya.

Padamnya listrik saat hujan atau petir, karena pengaman jaringan saat petir ada langsung putus secara otomatis.

“Kita pasang jaringan otomatis, kalau hujan dan disertai petir otomatis jaringah putus,” tegasnya. (TIM Redaksi)

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *