Robot Gurindam 12 Bertarung di Lampung

SIAPKAN ROBOT: Tim robot STTI Tanjungpinang saat menyiapkan robot yang akan dipertandingkan di Lampung beberapa waktu lalu.

SIAPKAN ROBOT: Tim robot STTI Tanjungpinang saat menyiapkan robot yang akan dipertandingkan di Lampung beberapa waktu lalu.

Hasil Karya Mahasiswa STTI Tanjungpinang

Tak tanggung-tanggung, kini robot buatan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang ini sedang diuji kemampuannya untuk menghadapi robot lain dari berbagai daerah di Indonesia. Ada pertandingan robot yang digelar 17 sampai 19 April di Lampung untuk tingkat nasional.

Gurindam 12, itulah nama diberi untuk robot asal Tanjungpinang itu. Kini, tinggal menunggu waktu, apakah robot itu akan mampu mengharumkan nama Tanjungpinang di tingkat nasional.

“Mudah- mudahan nanti tim kita menang,” kata Louis Frederick SE SH MM, Ketua STTI Tanjungpinang saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos, kemarin.

Tim robot STTI yang digawangi Dananjaya Saputra dan Joki, mahasiswa semester 8 STTI serta pembimbing Yus Jayusman, sudah berangkat ke Lampung pada 16 Apri lalu. Jumlah kontestan yang ikut dalam kontes robot itu mencapai 43 tim dari berbagai perguruan tinggi di regional 1 Sumatera.

Kata Louis, Kontes Robot Indonesia (KRI) diselenggarakan secara berkala tiap tahun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi cq. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian. STTI pun selalu ikut.

Dalam kontes ini, robot yang mengandalkan roda sebagai alat geraknya mempunyai misi mencari dan memadamkan api di arena lapangan berbentuk simulasi interior suatu rumah. Pada bagian ini, yang diutamakan adalah kemampuan robot bernavigasi dan bermanuver serta kecepatan dalam menyelesaikan misinya tersebut.

Robot yang berhasil menemukan dan memadamkan api tercepat dinyatakan sebagai pemenang. Format aturan pertandingan dalam Kontes Robot Indonesia 2013 ini, dipilih dari aturan kontes robot sejenis yang telah diselenggarakan secara teratur yaitu Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat dan telah berlangsung lebih dari empat belas tahun.

Dijelaskan Louis, robot STTI ini telah dipersiapkan selama 6 bulan. Mulai dari merancang robot serta penyempurnaanya. Hal ini berkaitan dengan pengadaan sparepart yang lumayan sulit ditemukan di Indonesia, sehingga beberapa di antaranya seperti motor, regulator dan sensor, harus impor dari negeri ginseng Korea.

Kontestan yang lolos pada laga ini akan masuk ke babak final dan bertemu dengan finalis dari 4 regional lainnya, yang akan dilaksanakan pada 13 Juni 2013 mendatang di Bandung.

Ya, mudah-mudahan bisa mengharumkan nama Tanjungpinang di kancah nasional,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya kemenangan tim STTI, diyakini akan bisa merangsang generasi muda Tanjungpinang untuk melek terhadap teknologi robotik. Louis juga bercita-cita, nantinya robot ini tidak hanya sekedar prototype saja, tapi lebih dari itu bisa dibuat lebih nyata dalam menjalankan fungsinya.

‘’Untuk generasi muda, jika ingin merancang dan membuat robot, mulailah dari hal yang paling sederhana dan dimulai dari sekarang,’’ pesan Louis.

Yus Jayusman, sang pendamping menambahkan, 42 kontestan yang jadi kompetitor, menurutnya bukan jadi saingan.

‘’Karena tugas kami adalah menyelesaikan misi robot untuk memadamkan api dan robot bisa kembali ke tempat semula,” papar Yus.

Dikatakannya, setiap tahun, pada kontes ini tidak lebih dari 5 persen dari robot yang bisa menyelesaikan misinya.(Andri Dwi S)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *