Oknum Pemko Terima Setoran

DITERTIBKAN: Sejumlah personel Satpol PP Kota Tanjungpinang saat memberikan teguran kepada pedagang, Rabu (1/5)

DITERTIBKAN: Sejumlah personel Satpol PP Kota Tanjungpinang saat memberikan teguran kepada pedagang, Rabu (1/5)

Pedagang Sebut per Tiga Bulan Rp600 Ribu

UPAYA penertiban pedagang kaki lima di sekitar Masjid Raya Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (1/5) membuat pedagang protes. Apalagi ada yang mengaku menyetor uang per tiga bulan kepada oknum pegawai Pemko Tanjungpinang.

Salah satu pedagang yang didatangi sejumlah personel Satpol PP Kota Tanjungpinang pun mengadu, pungutan yang dikenakan kepadanya berlangsung dua tahun lebih. Besarannya Rp200 ribu per bulan, namun biasanya disetorkan tiga bulan sekali senilai Rp600 ribu.

Pedagang ini sudah tiga tahun membuka usahanya di tempat ini. Ia bersama suaminya berjualan menggunakan gerobak. Pada hari Rabu kemarin, ia justru baru akan merenovasi tempat usahanya agar lebih permanen. Ia tak khawatir akan ditertibkan Satpol PP karena ia merasa sudah menyetor uang kepada oknum yang diketahuinya anggota Satpol PP.

Seorang anggota Satpol PP, Honggo Zulfika menjelaskan, ia mendapatkan arahan dari pimpinannya untuk menegur pedagang yang membuka dagangannya di tempat-tempat yang dilarang, salah satunya di sekitar Masjid Raya Tanjungpinang.

”Karena kawasan ini termasuk area yang dilarang, saya bertanya kepada pedagang apakah sudah mengantongi izin. Katanya, sudah ada izin dari pemilik ruko di sebelah, ternyata pemilik ruko yang kami tanya menjawab tidak ada izin,” terangnya.

Pedagang tadi lantas menyebut nama Supardi sebagai oknum petugas Satpol PP yang selama ini menerima setoran uang darinya. Ia mengaku tak tahu jabatan lelaki tersebut. Namun ia mengakui pembayaran masih dilakukannya pada bulan kemarin.

Saat dijelaskan bahwa yang bersangkutan tak lagi bekerja di Kantor Satpol PP, sang pedagang pun tak tahu jika Supardi sudah pindah.

”Sebelum merenovasi ini, kami sudah meminta izin kepada Pak Supardi dan beliau mengizinkan. Kami tak tahu akan terjadi seperti ini. Dua minggu sebelumnya, kami juga sudah meminta izin kepada pemilik ruko ini, tapi nyonya pemilik ruko mengatakan terserah, atur mana yang baik aja katanya,” kata pedagang tadi memberikan penjelasan.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungpinang, Firdaus saat ditemui menjelaskan pedagang kaki lima ditegur untuk penertiban lingkungan yang lebih baik lagi. Menurutnya selama ini banyak pedagang kaki lima yang tidak terarah dan dengan upaya ini pedagang akan dirangkul untuk ditertibkan.

”Nanti bagi pedagang kaki lima yang dilarang untuk berjualan di tempat lama akan diberikan solusi tempat berjualan. Supaya dipahami, kami bukan menghambat mata pencarian mereka, tapi hanya mencoba memberikan solusi agar pedagang ini tertib sesuai dengan undang-undang dan ketentuan pemerintah,” jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Satpol PP Kota Tanjungpinang, Surjadi, berjanji memberikan sanksi keras kepada anggota Satpol PP yang berani meminta uang kepada pedagang kaki lima.

”Kami akan adukan itu jika terbukti anggota saya meminta uang kepada pedagang,” tegas Surjadi saat memberikan tanggapannya melalui ponsel, Rabu kemarin.

Ia pun mengimbau kepada pedagang kaki lima untuk tidak melayani anggota Satpol PP yang meminta uang.

”Kalau ada yang seperti itu, segera beritahu saya,” harapnya.

Mengenai Supardi yang disebutkan seorang pedagang di sekitar Masjid Raya Tanjungpinang, Surjadi mengatakan memang dulu pegawai Satpol PP, tetapi sekarang sudah tidak lagi.

“Oknum tersebut menjadi anggota Satpol PP Kota Tanjungpinang sewaktu saya belum menjabat,” jelasnya.

Surjadi dengan tegas melarang pedagang kaki lima membangun kios permanen di areal terlarang untuk pedagang kaki lima. Jika ada, pembangunan tempat jualan permanen akan dihentikan.(ASTUTI-ANDRI)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *