Anak Punk Resahkan Warga

MIRAS: Satpol PP merazia  miras guna menekan angka kriminal di Bintan. F-Yendi

MIRAS: Satpol PP merazia miras guna menekan angka kriminal di Bintan.
F-Yendi

Setelah ditertibkan di Kota Tanjungpinang, aktivitas anak punk pindah ke arah Kota Kijang sejak beberapa pekan lalu. Meski belum ada tindakan kriminal, sikap anak punk dinilai sudah meresahkan warga.

Seorang warga Kijang, Ariyadi (32) mengaku, sudah banyak warga yang mengeluh dengan penampilan anak punk saat berada di traffic light maupun di jalanan.

Bahkan penampilan anak punk sudah mulai dicontoh beberapa orang pelajar di Bintan Timur. Warga khawatir, aktifitas yang disertai dengan mengonsumsi minuman beralkohol tersebut menjadi contoh bagi anak-anak di bawah umur.

Bukan hanya itu, anak punk juga meresahkan warga yang sedang mengendarai sepeda motor maupun roda empat. Anak punk tersebut tidak segan-segan menghadang kenderaan roda empat sampai ke tengah jalan saat ingin kembali ke Tanjungpinang.

Ariyadi mengaku, sempat mengalaminya saat ingin pergi ke Tanjungpinang dengan menggunakan mobil. Ketika tiba di simpang Korindo, tiba-tiba beberapa orang anak punk menyetop sampai ke tengah jalan raya.

Untuk menghindarinya, Ariyadi mengambil jalan ke arah kanan.

“Untung saja tidak ada pengendara lain yang datang dari arah berlawanan. Tindakan itu jelas mengancam nyawa pengendara. Saya tidak membawa mereka takut terjadi seperti di Kota Tanjungpinang, anak punk pernah menikam warga. Kami berharap ada tindakan dari pemerintah maupun penegak hukum,” kata Ariyadi, kemarin.

Pada kesempatan lain, Kepala Kantor Satpol PP Bintan, Ahmad Izhar, mengatakan, sudah mendengar keluhan warga terhadap aktivitas anak punk yang sudah memasuki wilayah Kijang. Satpol PP akan melakukan razia rutin terhadap anak punk dalam waktu dekat ini.

Razia rutin itu bukan saja ditujukan kepada anak punk. Penertiban juga dilakukan terhadap tindakan yang mengganggu ketentraman umum lainnya. Terutama mengenai peredaran minuman beralkohol, prostitusi dan penertiban bagi pasangan yang bukan suami-istri di tempat-tempat tertentu.

“Operasi ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan untuk selanjutnya,” tegas Ahmad Izhar. (fre)

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *