2 PTS Dapat Bidik Misi

GRATIS: Stisipol Raja Haji mendapatkan jatah 10 mahasiswa bidik misi. f-dok/tanjungpinang pos

GRATIS: Stisipol Raja Haji mendapatkan jatah 10 mahasiswa bidik misi.
f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Akademi Kebidanan (Akbid) Anugerah Bintan dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji, keduanya di Tanjungpinang mendapatkan bantuan program bidik misi dari Kemenerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah X.

Sebelumnya, bidik misi hanya diterapkan untuk perguruan tinggi negeri (PTN), dan untuk PTS merupakan kebijakan kementerian sejak tahun 2013. Kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (31/7) Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Sosiologi Stisipol, Rianto mengatakan kebijakan yang disampaikan pihak Ditjen Dikti melalui Kopertis kepada kampus swasta terkesan mendadak.

Peserta bidik misi di Akbid Anugerah Bintan dijatah 17 mahasiswa, sedangkan Stisipol mendapatkan jatah 10 mahasiswa. Bidik misi ini juga diberlakukan di 82 PTS di wilayah Kopertis Wilayah IX. Mahasiswa yang berhak mendapatkan bidik misi ialah mereka yang berprestasi secara akademik namun kurang dari sisi ekonominya.

“Untuk Stisipol hanya untuk mahasiswa Prodi Sosiologi,” ungkap Rianto.

Rianto, menjelaskan setiap calon mahasiswa yang ingin mengambil bantuan program bidik misi ini harus memenuhi syarat. Diantaranya penghasilan orang tua di bawah Rp 3 juta, mahasiswanya harus berprestasi akademik, pendidikan orang tua setinggi-tingginya Strata 1 (S1(, mendapatkan surat rekomendasi dari sekolah.

Bantuan akan diberikan selama 8 semester untk jenjang S-I/D-4 dan 6 semester untuk jenjang D3. Untuk informasi, Rianto mempersilakan mahasiswa yang tertarik bisa cek di http:daftar.bidikmisi.dikti.go.id/sim.
Sebelumnya, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Illa Sailah mengungkapkan, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi PTS untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Ia melanjutkan, syarat penting lainnya adalah, PTS calon penerima beasiswa Bidik Misi tidak sedang memiliki konflik. Baik secara internal, atau pun pelanggaran hukum lain yang berpotensi mengganggu kegiatan akademisnya.

PTS yang menerima beasiswa ini adalah PTS yang taat azas. Dalam artian, PTS tersebut rajin melapor kepada Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) dan tidak membuka kelas jauh.

“Akreditasi program studinya harus A untuk wilayah Jawa, dan B untuk luar Jawa.Pokoknya kami ingin melindungi mahasiswa agar tidak tersandung di kemudian hari,” ujar Illa.

Rencananya, bidik misi untuk PTS akan diawali dengan memberikan suntikan dana pada dua ribu mahasiswa miskin dari seluruh PTS dengan unit cost Rp6 juta untuk satu semester. Jika ditotal, setidaknya Kemdikbud memerlukan Rp12 miliar untuk menggolkan misinya itu.

Beasiswa bidik misi lahir sejak tiga tahun lalu tetapi hanya untuk mahasiswa miskin di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hingga saat ini, penerima bidik misi di PTN mencapai 90 ribu mahasiswa dengan unit cost yang sama, yakni Rp12 juta, tetapi untuk satu tahun. (adi)

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *