Honorer K1 Kepri Masih Tidak Aman

Eko Prasojo

Eko Prasojo

Lolos Tak Jaminan Mengantongi NIP

Tanjungpinang – SEBANYAK 49 ribu honorer kategori satu (K1) di seluruh Indonesia yang sudah dinyatakan lulus, jangan gembira dulu. Memang sudah dinyatakan memenuhi kriteria oleh tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan sudah mendapatkan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tetapi bukan jaminan bisa mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Dari 49 ribu honorer K1 itu sebanyak 129 orang di antaranya berasal dari lingkungan Pemprov Kepri. Hingga kemarin (11/9), para honorer K1 Pemprov Kepri itu diketahui belum mendapatkan NIP. Ini dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian (BKD) dan Diklat Pemprov Kepri, Abdul Malik. Malik juga belum bisa memastikan kapan honorer K1 yang sudah dinyatakan lulus itu akan mengantongi NIP.

”Mereka belum ada NIP,” ujar Malik menjawab wartawan koran ini, kemarin (11/9).

Namun menurut Malik, NIP para Honorer K1 Pemprov Kepri itu masih diproses di BKN Regional Riau, Kepri, dan Sumbar di Riau.

Secara nasional, ribuan honorer K1 yang menerima formasi pada 19 Desember 2012 lalu, ternyata gagal mendapatkan NIP. Ini lantaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) menolak menerbitkan NIP para honorer K1.

”Data BKN per Agustus 2013 ada 1.586 honorer K1 tidak mendapatkan NIP. Jumlah tersebut hari ini terus bertambah, namun angka pastinya saya belum tahu,” ungkap Kabag Humas BKN Tumpak Hutabarat, Rabu (11/9).

Penolakan BKN ini, lanjutnya, didasarkan pada ketidaktersediaan data mengenai sumber pembiayaan gaji honorernya. Padahal bukti pembayaran gaji tersebut merupakan salah satu syarat utama untuk membedakan honorer K1 dan K2. ”Tanpa ada bukti transferan gaji yang sumbernya APBN/APBD itu, NIP tidak bisa kita keluarkan,” tegasnya.

Ditanya kenapa justru terganjalnya bukan dari awal dan sebelum diberikan formasi, Kabag Humas BKN, Tumpak enggan berkomentar banyak.

”Ya harusnya BKN tidak perlu lagi melihat bukti-bukti transferan gajinya ya. Kan sudah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) juga, tapi kenyataannya tetap ada kesalahan juga di datanya,” bebernya.

Penyaringan berlapis ini, tambahnya, sebagai bukti pemerintah sangat ketat dalam mengeluarkan NIP. Yang tidak berhak diangkat, jangan berharap bisa mendapatkan NIP meskipun sudah diberikan formasi.

Setop Angkat Honorer

Pemerintah memastikan tidak ada lagi pengangkatan honorer tertinggal, selain kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Pemerintah sudah menyiapkan skenario baru untuk menampung honorer K1 maupun K2 yang tak lolos CPNS, yaitu dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPK). Itupun harus lulus uji kompetensi dan punya keahlian yang dibutuhkan instansi bersangkutan.

”Kita terakhir melakukan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS tahun ini. Kalau yang lolos banyak, pengangkatannya dua kali yaitu 2013 dan 2014. Tahun ini kita plotkan 109 ribu saja, tapi tesnya satu kali di tahun ini,” terang Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB) Eko Prasojo di sela-sela seminar Plus Minus Lelang Jabatan di Hotel Sari Pan Pacific, Rabu (11/9).

Mengingat jumlah honorer K2 ditambah luncuran K1 hampir 700 ribu orang yang akan dites pada 3 November mendatang, sementara kuota CPNS-nya hanya 200-an ribu orang, pemerintah memberikan skema pengangkatan PPK. Hanya saja pengangkatan PPK menunggu penetapan UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu honorer yang akan menjadi PPK harus punya kompetensi juga.

“Kerja PPK itu terikat kontrak. Kalau dibutuhkan instansi, kontraknya diperpanjang. Sebaliknya bila tidak diperlukan lagi, tidak perlu perpanjangan lagi,” ujarnya.

Adapun hak-hak PPK, lanjut guru besar UI ini, sama seperti PNS. Yang membedakan hanya pensiun saja. Jika PNS di usia tertentu mendapatkan uang pensiun, PPK tidak menerimanya.

“Hak-hak PPK dan PNS kita upayakan sama. Ini agar masyarakat tidak memburu PNS saja, tapi masih ada PPK yang prospeknya juga bagus,” pungkasnya.(ABAS)

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *