Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno menyatakan pihaknya akan memenuhi seluruh usulan anggaran yang disampaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendorong pembangunan infrastruktur di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Teguh, di Batam, Rabu, mengatakan ada satu hal yang cukup menarik dan menjadi catatan penting pihaknya yang disampaikan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo saat melakukan pertemuan dengan Komisi VI, yaitu menjadikan Kota Batam sebagai hub logistik. Teguh menambahkan, Batam tidak hanya memiliki keunggulan komparatif dari sisi pelabuhan dan Bandara.

“Ini sangat menarik bagi kami, karena bukan hanya menjadi hub logistik nasional tapi juga internasional,” katanya.

Terlebih saat ini seluruh jual beli di Indonesia, mayoritas sudah dilakukan dengan sistem online.

“Selain itu aspek industri perawatan pesawat juga bisa dilakukan di sini dan itu akan mengerakan perekonomian Kota Batam ke depan,” paparnya.

Hal itu lanjutnya dapat diwujudkan apabila ada dukungan secara politik dan secara konkrit dari pemerintah pusat.

Komisi VI kata Teguh, terus mendorong BP Batam untuk terus membangun infrastruktur yang menuju kawasan industri bisa segera diwujudkan.

“Kalau inisiatif jalan tol itu di kementerian PU, kalau masalah usulan anggaran BP Batam akan kami penuhi seluruhnya,” ujarnya

Pihaknya saat ini sedang membahas usulan tambahan anggaran BP Batam sekitar Rp225 miliar untuk pengembangan infrastruktur dari Bandara Hang Nadim menuju kawasan industri dan pelabuhan.

“Sekarang lagi kita dibicarakan dengan kementerian keuangan dan itu pasti akan dilihat kemampuan pemerintah bisa dipenuhi atau tidak,” katanya.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya melakukan diskusi pengembangan industri di Kota Batam.

“Dukungan dari komisi VI sangat luar biasa, baik dalam rangka anggaran kebijakan maupun kerangka kebijakan,” katanya.

Lukita mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai sinkroniasi kebijakan BP Batam dengan pemerintah pusat.

Terkait anggaran, Lukita menyampaikan Komisi VI sudah menyetujui penambahan anggaran BP Batam Rp340 miliar. Sehingga anggaran mereka diestimasikan mencapai Rp1,8 trilun. Lukita menambahkan PNBP BP Batam di 2018, sekitar Rp1,2 triliun dan tahun depan targetnya naik 15 persen dari tahun 2018.