Close

Kenapa Ibu Kota Jakarta Pindah ke Kalimantan?

Ada beberapa alasan kenapa ibu kota jakarta pindah ke Kalimantan. Salah satu alasan pindah negara ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara pulau Jawa dan luas Jawa.

Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu tempat yang strategis. Hal ini karena wilayahnya berada di tengah Indonesia.

Berdasarkan informasi dari setkab.go.id, beban daerah Jakarta terlalu berat karena digunakan berbagai macam sektor. Jakarta saat ini sudah menjadi pusat pemerintahan, bisnis, keuangan, perdagangan, jasa, bandar udara, bahkan pelabuhan laut.

Alasan Kenapa Ibu Kota Jakarta Pindah ke Kalimantan

Pemerintah sudah melakukan kajian mendalam dan riset selama 3 tahun. Hasilnya lokasi ibu kota yang paling ideal berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai, Kartanegara, provinsi Kalimantan Timur. Berikut faktor yang menyebabkan kenapa ibu kota jakarta pindah ke kalimantan, yaitu:

1. Pulau Jawa Padat Penduduk

Jika dilihat dari Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015, ada sebanyak 56,56% penduduk di Indonesia berada di pulau Jawa. Pulau Jawa termasuk salah satu pulau paling padat yang ada di Indonesia.

Sedangkan, pulau lain persentasenya hanya kepadatan penduduk kurang dari Jawa. Data dari SUPAS tahun 2020, pulau Jawa berada di peringkat pertama dengan persentase penduduk sekitar 56,10%. Sementara itu, posisi kedua penduduk Kalimantan bertambah menjadi 6,15% di tahun 2020.

2. Krisis Air Bersih

Krisis air bersih menjadi salah satu masalah di pulau Jawa. Jika dilihat dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun 2016 pulau Jawa telah mengalami krisis air yang parah.

Hal inilah yang menjadi salah satu indikator krisis air bersih. Bahkan, ketersediaan air menjadi berkurang, seperti daerah Jawa Tengah.

3. Ancaman Bencana Alam

Daerah Jakarta saat ini sudah mengalami penurunan tanah. Selain itu, ada sekitar 50% daerah Jakarta mengalami penurunan keamanan banjir sekitar dibawah 10 tahun.

Padahal idealnya, kota besar mempunyai tingkat keamanan banjir minimal 50 tahun. Tanah yang berada di Jakarta mengalami penurunan sekitar 35-50 cm dalam kurun waktu 10 tahun (2007-2017).

Faktor dari bencana alam lainnya adalah kegiatan gunung berapi seperti gunung Krakatau dan gunung Gede. Daerah Jakarta saat ini mempunyai ancaman besar seperti potensi gempa bumi, tsunami, banjir, serta penurunan tanah.

4. Pertumbuhan Urbanisasi Sangat Tinggi

Setiap tahunnya provinsi Jakarta mengalami peningkatan urbanisasi paling banyak ketimbang daerah lain. Misalnya saja, tahun 2017 Indonesia berada di peringkat ke-9, sebagai kota terpadat yang ada di dunia.

Itu saja beberapa alasan kenapa ibu kota jakarta pindah ke kalimantan. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk para pembaca semuanya.

Tinggalkan komentar