Close

3 Alasan Kenapa Indonesia Tidak Merayakan Halloween

Sebagian orang mungkin sudah tahun tentang Halloween yang identik dengan penggunaan aneka kostum menyeramkan. Perayaan ini tidak terlalu populer di Indonesia. Lalu, kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween? Ini alasannya.

Alasan Kenapa Indonesia Tidak Merayakan Halloween

1. Hanya Upaya Pesta Pora

Penyebab kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween adalah karena dianggap hanya upaya pesta pora. Jadi, daripada membeli kostum menyeramkan atau menggunakan labu untuk dihias, lebih baik dipakai beli lauk-pauk.

Selain itu, jika dilihat dari sisi relevansinya, acara keliling rumah tetangga untuk mencari permen sudah ada gantinya. Di Indonesia, penggantinya tersebut dikenal dengan tradisi salam-salaman ketika hari raya.

Anak-anak juga akan bisa sama-sama mendapatkan permen. Ditambah lagi dengan aneka kue, ketupat, bahkan angpao. Oleh karena itu, kegiatan Halloween di Indonesia kurang cocok untuk diterapkan.

2. Dirayakan Oleh Kalangan Tertentu

Sebenarnya di Indonesia ada juga yang merayakan pesta Halloween. Namun, berbeda dengan perayaan yang ada di luar negeri. Di Indonesia hanya pada kalangan tertentu saja, misalnya untuk tema fashion, konsep mall, dan lainnya.

Jadi, hanya untuk mendukung suasana atau bersenang-senang semata. Sedangkan, untuk kalangan masyarakat biasa yang tidak ada tujuan melakukan perayaan ini, maka tidak akan diterapkan.

Hal itu karena dianggap hanya menghambur-hamburkan uang. Lebih baik dipakai untuk hal-hal bermanfaat, seperti kebutuhan sehari-hari.

3. Islam Melarang Perayaan Halloween

Konsep Halloween party ternyata berawal dari budaya Paganisme. Budaya tersebut merupakan kepercayaan menyembah berhala bagi penduduk kepulauan Britania Raya. Umumnya dirayakan oleh warga Irlandia yang berkebangsaan Celtic.

Pada awalnya, tradisi ini dirayakan pada malam Samhain. Orang-orang yang percaya kekuatan gaib akan berkumpul dan mengunjungi manusia di malam itu. Dalam kalender Masehi, malam Samhain ada pada tanggal 31 Oktober.

Selain itu, kaum Pagan juga melakukan korban hewan dan tanaman untuk menyenangkan para dewa. Dengan begitu, diyakini dapat terhindar dari kekuatan gaib yang menyeramkan.

Akhirnya, tradisi penyembahan ini dikenal dengan istilah Halloween. Orang-orang Irlandia yang pindah ke Amerika pun membawa serta tradisi tersebut sampai populer seperti sekarang.

Dari sejarahnya tersebut, Islam melarang untuk ikut-ikutan merayakan, sebab identik dengan orang-orang kafir. Lalu, kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween? Sudah tentu karena mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam.

Tinggalkan komentar