close

Tahapan Siklus Daur Hidup Ayam dan Penjelasannya

Apa itu Ayam

Ayam termasuk sebagai salah satu hewan yang dikembangbiakan secara luas untuk dimanfaatkan daging, telur, maupun bulunya. Saat ini telah dilakukan banyak kawin silang antar ras ayam, yang mana telah menghasilkan ratusan jenis baru dengan bermacam macam fungsi. Adapun yang paling umum di sekitar adalah ayam potong untuk diambil dagingnya dan ayam petelur untuk diambil telurnya.

Ayam sendiri dapat bertumbuh sampai ukuran tinggi sekitar 35 cm sampai 45 cm dengan berat antara 1 kg hingga 3 kg. Sayap ayam umumnya dapat tumbuh hingga selebar 45 cm hingga 60 cm. Dengan Bentuk tubuhnya tersebut, ayam mampu berlari dengan kecepatan maksimal sekitar 10 km/jam.

Antara kedua tipe kelamin, ayam menunjukkan perbedaan morfologi. Pada ayam jantan atau disebut pula ayam jago, ukuran tubuhnya jauh lebih besar. Ayam jago juga memiliki jalu panjang dan berjengger lebih besar. Selain itu ekornya panjang menjuntai tidak seperti betinanya.

Pada ayam betina sendiri relatif lebih kecil dengan jalu pendek yang nyaris tidak kelihatan. Akan tetapi, jenis kelamin pada ayam diatur oleh sistem hormon. Sehingga ayam betina bahkan dapat berganti kelamin menjadi jantan apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya. Itu karena ayam dewasa masih mempunyai ovotestis yang dorman, dan sewaktu waktu bisa aktif.

Sebagai hewan yang diternak, ayam termasuk sangat adaptif dan dapat mengikuti ke mana manusia membawanya. Asalnya tersedia makanan baginya, maka ayam dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat. Adapun makanan ayam yaitu berupa biji bijian, buah buahan, dan serangga karena hewan ini merupakan omnivora.

Klasifikasi Ilmiah Ayam

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Subfilum : Vertebrata
  • Kelas : Aves
  • Subkelas : Neornithes
  • Superordo : Neognathae
  • Ordo : Galliformes
  • Famili : Phasianidae
  • Genus : Gallus
  • Spesies : Gallus domesticus (nama ilmiah ayam)

Siklus Hidup Ayam

1. Telur atau Zigot

Siklus hidup ayam dimulai dengan perkawinan antara ayam betina dan jantan yang kemudian menghasilkan telur. Jadi zigot hasil pembuahan sel telur dan sperma akan berubah menjadi sebuah telur ayam. Dimana zigot disimpan di dalam tubuh induk betina yang nantinya menjadi sebuah embrio, kemudian ditutupi oleh cangkang.

Tahap tersebut umumnya akan terjadi selama kurang lebih 24 sampai 26 jam sebelum dikeluarkan dalam bentuk telur dari tubuh ayam betina. Dan selama di dalam tubuh sang induk masih ada, maka telur akan terus dikeluarkan. Biasanya sekali pembuahan bisa menghasilkan 8-10 telur. Telur ini kemudian harus dierami oleh induk ayam dalam waktu sekitar 21 hari.

2. Anak Ayam

Telur yang menetas akan menjadi anak ayam, dan anak ayam ini membutuhkan tempat dengan suhu hangat selama beberapa waktu. Itulah kenapa biasanya anak ayam akan berada di bawah tubuh induknya. Untuk pertumbuhannya baru bisa dilihat setelah usia anak ayam mencapai tiga hari. Ciri ciri yang dapat dilihat antara lain perubahan bulunya sampai jenis kelamin.

Secara umum, ayam yang memiliki jenis kelamin jantan akan mengalami perkembangan bulu lebih lambat ketimbang betina. Biasanya ayam jantan baru akan menunjukkan bulu yang mirip dengan jarum kasar ketika berusia 3 sampai 5 hari. Selain itu bulu anak ayam betina juga tampak lebih terbuka dan sedikit melebar, sementara anak ayam jantan bulunya lebih mengucup.

3. Ayam Dewasa

Karena tidak mengalami metamorfosis sempurna, siklus hidup ayam setelah melewati tahap anak ayam yaitu langsung menjadi ayam dewasa. Dan ini merupakan fase terakhir dari daur hidupnya. Ayam betina yang memasuki usia 7 sampai 8 bulan sudah disebut ayam dewasa dan siap untuk melakukan perkawinan atau proses reproduksi.

Tinggalkan komentar