Close

Alasan Kenapa Orang Jawa Tidak Punya Marga

Tidak sama seperti suku lain yang ada di Indonesia dan warga negara lain pada umumnya memiliki marga. Suku Jawa ternyata tidak memiliki marga. Ada berbagai alasan kenapa orang jawa tidak punya marga.

Suku Jawa sendiri termasuk suku paling banyak di Indonesia. Jika dilihat dari persentasenya lebih dari 40 persen dari 270,7 juta penduduk Indonesia.

Alasan Kenapa Orang Jawa Tidak Punya Marga

1. Suku Jawa Menggunakan Nama Sederhana

Pasalnya, Suku Jawa lebih mengutamakan nama-nama yang sederhana. Hal ini sangat berbeda dengan suku lain di Indonesia, seperti Batak, Manado, Ambon, serta beberapa suku lainnya.

Selain itu, sejumlah nama orang-orang dari Jawa memang tidak lebih dari satu atau dua kata. Hal ini bermaksud agar lebih mudah diingat.

2. Nama Marga di Budaya Jawa

Sementara itu, budaya marga Suku Jawa hanya berlaku pada kalangan ningrat atau kerajaan saja. Sedangkan, Jawa abangan hanya mengenal penamaan berdasarkan weton atau hari kelahiran berdasarkan penanggalan Jawa. Misalnya saja seperti Senen, Rebo, Wage, Kliwon, Pon, Pahing, dan Legi.

Bahkan, kalangan agama Jawa lebih mengenal penamaan dengan nama-mana Islami. Misalnya saja seperti Rahmat, Ahmad, Komarudin, Komariyah, Zubaidah, Zulkifli, Badriyah dan masih banyak lagi.

3. Beban Nama Panjang

Tujuan adanya penamaan dengan satu lafaz ini, bermaksud agar lebih mudah diingat saat harus melakukan ritual selamatan. Apalagi masyarakat Jawa terkenal dengan mitos ‘kabotan jeneng’ atau keberatan nama bila nama yang diberikan terlalu panjang dan bermakna besar.

Seseorang yang telah diberi nama terlalu panjang dikhawatirkan tertekan. Hal ini yang menjadi alasan kenapa orang jawa tidak punya marga.

4. Marga di Kalangan Ningrat

Umumnya, kalangan ningrat Jawa atau kerajaan, pemberian nama marga seperti Suryonegoro, Hadinegoro, Kusumoharjo, dan lainnya, memang dibutuhkan sebagai upaya memperkenalkan diri. Hal itu juga bertujuan bahwa kaum kalangan ningrat harus dihormati oleh masyarakat setempat.

Sementara itu, keluarga ningrat ini harus berperilaku selayaknya kode etik keraton. Hal ini karena harus menjaga nama baik keluarga atau marga yang disandang. Ini juga yang menjadi alasan kenapa orang jawa tidak punya marga.

Tinggalkan komentar