close

Tahapan Siklus Daur Hidup Walang dan Penjelasannya

Apa Itu Walang Sangit?

Walang Sangit atau Leptocorisa oratorius dikenal sebagai hama yang bisa mengganggu tanaman padi. Hewan yang satu ini sangat mudah dikenali karena memiliki bentuk yang panjang yaitu sekitar 2 cm. Walang sangit bisa ditemukan dengan warna hitam dan merah serta dilengkapi dengan bau yang tidak sedap ketika disentuh oleh permukaan tangan

Hama yang satu ini umumnya akan mencari makanan dengan cara menghisap cairan yang didapat pada padi sehingga menyebabkan penghambatan dan proses tumbuh kembangnya. Padi yang diserang walang sangit akan menjadi kekurangan unsur hara dan klorosis serta melemah secara perlahan. Selain itu, hama ini juga akan membuat kualitas gabah menjadi buruk

Mengenal Taksonomi Walang Sangit

  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Arthropoda
  • Class : Insecta
  • Ordo : Hemiptera
  • Family : Alydidae
  • Genus : Leptocorisa
  • Spesies : Leptocorisa oratorius

Proses Daur Hidup Walang Sangit

1. Telur

Fase pertama dari daur hidup walang sangit adalah oviposisi, yang biasanya bertelur berkelompok satu hingga dua baris di permukaan atas daun padi atau rerumputan lainnya. Telur walang sangit memiliki ciri berwarna hitam, berbentuk heksagonal dan pipih, dalam satu tandan telur terdapat 1-21 butir telur. Durasi rata-rata telur walang sangit adalah 5 hari.

Walang sangit betina menghasilkan 100-200 butir telur yang diletakkan di atas daun jaring padi. Nimfa berwarna hijau, berangsur-angsur berubah menjadi coklat, dan berganti kulit sebanyak 5 kali. Tahap nimfa berlangsung 17-27 hari. Dalam kondisi yang sesuai, gambar dapat bertahan hingga 115 hari. Nimfa dan pengusir hama menyerang buah beras yang sudah matang

Caranya yaitu dengan menghisap sari buahnya yang mengeringkan buahnya. Bintik putih muncul di tempat suntikan yang disebabkan oleh jamur Helminthosporium. Tahapan cara pengendaliannya yaitu dilakukan dengan menanam sekaligus, mendisinfeksi tanaman yang terserang atau menyemprotkan insektisida sesuai dosis yang dianjurkan oleh ahlinya.

2. Nimfa

Tahap kedua dari siklus hidup sigung adalah nimfa. Nimfa walang sangit berukuran lebih kecil dari dewasa dan tidak memiliki sayap Rata-rata lama stadium nimfa walang sangit adalah 17 hari. Kebanyakan nimfa pengisap ini berwarna hijau muda, menjadi coklat kekuningan saat dewasa dengan perut dan sayap coklat, meskipun selama tahap nimfa ini warna busuk lebih ditentukan oleh makanan.

Perut kutu busuk atau walang sangit ini berwarna coklat kekuningan jika habitat hama adalah padi, tetapi putih kehijauan jika habitatnya adalah rerumputan. Jenis hewan yang satu ini hanya membutuhkan waktu sebentar untuk bisa berkembang dengan baik. Setelah berhasil melalui tahap ini maka selanjutnya akan memasuki tahap dewasa atau imago

3. Imago

Tahap terakhir atau ketiga dari siklus hidup awal adalah tahap imago atau dewasa. Serangga walang sangit sudah menjadi imago atau dewasa ini anggun dan berwarna coklat. Hewan berbau ini memiliki panjang sekitar 14-17 mm dengan lebar sekitar 3-4 mm dengan kaki dan antena yang panjang. Perlu juga dicatat bahwa rasio pria dan wanita di sangat panas adalah 1:1.

Serangga hasil transformasi imago dengan bau yang menyengat dapat menyelesaikan sistem reproduksinya hanya setelah 4-6 hari 8 hari sebelum bertelur. Siklus hidup kutu busuk ini bervariasi antara 32-43 hari. Masa bertelur rata-rata adalah 57 hari dengan selang waktu 6-108 hari, sedangkan hama yang satu ini dapat hidup rata-rata 16-134 hari.

Temukan lebih banyak konten menarik lain diĀ Tanjung Pinang Pos:

Tinggalkan komentar