close

Tahapan Siklus Daur Hidup Sapi dan Penjelasannya

Apa Itu Sapi?

Pasti sudah banyak yang tahu bukan apa itu yang dinamakan dengan sapi? Hewan yang banyak ditemukan di berbagai belahan bumi ini termasuk memiliki daging sangat lewat. Jika ditelisik lebih dalam lagi, bahwasannya sapi masuk dalam jajaran keluarga Bovidae atau lebih mudahnya hewan berkuku belah dan memamah biak.

Bila digali lagi, pada sapi ini cenderung tidak akan mengalami perubahan fisik, oleh karena itu bagian tubuhnya bakal sama hingga ia tumbuh dewasa. Sapi ini juga bisa berlari sangat kencang, bahkan hingga mencapai 40 kilometer per jam. Meskipun begitu, pada umumnya sapi lebih cenderung untuk dijadikan hewan ternak sebab semua bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan.

Jika membicarakan sapi, maka anda juga wajib tahu, bahwasannya ia ini bisa hidup sendiri namun ada kalanya juga berkoloni. Dalam daur hidup sapi yang berkoloni hanya untuk mencari makan atau mencari lawan jenis. Dalam berkembang biak, sapi ini selain bisa kawin dengan menemukan pasangannya sendiri dan ada yang menggunakan sistem suntik dibantu oleh ahlinya.

Jangan salah, meskipun sapi ini dalam berkembang biak bisa dilakukan mandiri dan mendapat bantuan dari ahli, namun pada dasarnya ia juga siklus hidup sama dengan hewan pada umumnya. Namun sebelum kesana, alangkah baiknya untuk tahu terlebih dahulu taksonomi dari sapi.

Taksonomi Hewan Sapi

Bila membicarakan sapi, maka anda juga harus paham dengan taksonomi atau silsilahnya. Jika anda termasuk anak sains, maka hal semacam ini sudah hafal, namun jika masih bingung, berikut penjabarannya.

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Mamalia
  • Ordo : Artiodactyla
  • Famili : Bovidae
  • Genus : Bos
  • Spesies : Bos Taurus

Daur Hidup Hewan Sapi

1. Fase Menjadi Anak Sapi

Langkah pertama yang wajib untuk anda pahami dalam daur hidup sapi adalah menjadi anak sapi. Umumnya sapi betina akan mengandung selama 9 bulan 10 hari sebelum akhirnya dilahirkan. Meskipun sudah ada di lingkungan luar, namun pada dasarnya anak sapi atau pedet ini juga butuh adanya perawatan dari induknya dan juga manusia di area yang memungkinkan.

Hampir sama dengan mamalia lainnya, dalam daur hidup sapi yang masih kecil ini nanti akan terus disusui oleh induknya untuk meningkatkan nutrisi. Jika sapi sudah mulai tumbuh dan sudah masuk masa penyapihan, maka ia bakal mengonsumsi nutrisi dari konsentrat sapi. Biasanya untuk lama penyapihannya itu sendiri kurang lebih selama 3 sampai dengan 7 hari di usia 4 atau 10 minggu.

2. Fase Remaja

Jangan salah, tidak hanya manusia saja yang memiliki masa remaja, namun sapi juga bakal melalui fase ini. Fase remaja pada sapi oleh masyarakat secara umum mendapatkan sebutan sebagai sapi dara. Sapi yang dikatakan masuk fase remaja ini adalah ia yang memiliki usia dengan memasuki 9 bulan. Bahkan saat sapi masuk usia 15 sampai 18 bulan, maka ia sudah siap untuk berkembang biak.

3. Fase Sapi Dewasa

Terakhir jika membahas tentang daur hidup sapi, maka akan menjumpai fase dewasa. Pada fase dewasa ini akan dibagi menjadi empat bagian. Pertama ada fase proestrus yaitu saat sapi belum merasakan birahi. Kedua ada fase estrus saat organ reproduksi dari sapi dewasa sudah siap untuk kawin. Ketiga post estrus, disini corpus luteum tumbuh lebih cepat. Terakhir ada yang namanya fase diestrus.

Kesimpulannya adalah bahwasannya sapi adalah hewan yang banyak ditemukan dilingkungan sekitar. Ia yang memiliki siklus tumbuh kembang yang hampir serupa dengan makhluk mamalia lainnya. Daur hidup dari hewan sapi ini dibedakan menjadi tiga bagian, seperti fase menjadi anak sapi, remaja, dan yang terakhir ada yang namanya fase sapi dewasa.

Temukan lebih banyak konten menarik lain diĀ Tanjung Pinang Pos:

Tinggalkan komentar