close

Tahapan Siklus Daur Hidup Bebek dan Penjelasannya

Apa itu Bebek

Bebek merupakan salah satu jenis unggas air yang umum dan mudah sekali ditemukan. Bahkan manusia seringkali memanfaatkan daging serta telurnya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hewan yang sejatinya memiliki habitat di daerah yang terdapat sungai atau danau tersebut adalah bagian dari famili anatidae, bersama dengan itik dan angsa.

Meski banyak orang yang menyamakannya dengan itik, namun bebek bagaimanapun mempunyai ciri khusus yang membedakannya dengan spesies burung lain. Dimana bebek sendiri terdiri atas 100 spesies berbeda, yang rata rata mampu hidup 2 hingga 20 tahun. Adapun cirinya dapat dilihat pada bentuk paruh yang mirip dengan sendok besar.

Paruh bebek umumnya panjang dan lebar karena berfungsi untuk mencari dan menyaring makanan yang tersembunyi di lumpur. Paruh tersebut juga dilengkapi lapisan tipis bernama lamellae, yang berfungsi melindungi paruh dari gesekan benda tajam ketika mereka tengah mencari makanan.

Taksonomi Bebek

  •  Kingdom      : Animalia
  • Filum            : Chordata
  • Kelas             : Aves
  • Ordo             : Anseriformes
  • Superfamili  : Anatoidea
  • Famili           : Anatidae
  • Genus           : Anas / Cairina

Siklus Hidup Bebek

1. Bebek Dewasa Bertelur

Setelah dewasa, bebek akan melakukan perkembangbiakan secara generatif atau seksual. Bebek betina bisa mulai bertelur pada umur 5 sampai 6 bulan, dan mereka bisa tetap produktif sampai usianya 2 tahun. Setelah kawin, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bebek akan bertelur.

Seperti bulu halus atau bulu kapas yang rontok, dimana bulu yang rontok ini akan digunakan sebagai alas bertelur supaya telur tetap terjaga suhunya. Namun tidak semua kasus bulu yang rontok berarti bebek akan bertelur. Karena bebek yang sedang stres karena pakan atau perubahan lingkungan juga dapat mengalami stres.

Sehingga perlu dilihat ciri lainnya, yaitu nafsu makan bebek biasanya menurun meski kondisi kesehatannya tetap baik. Selain itu bebek akan lebih gaduh meski tidak ada gangguan. Mereka juga menjadi sering mengorek tanah dan terkadang melakukan perkawinan semu. Perkawinan semu sendiri adalah perkawinan yang dilakukan sesama bebek betina, terjadi karena hormon yang mempengaruhi alat reproduksi.

2. Telur Bebek Menetas

Bebek biasanya bertelur sebelum matahari terbit, dan kebanyakan dilakukan di tempat terbuka yang kemudian telur tersebut ditimbun dengan tanah. Bebek tidak mengerami telurnya seperti ayam. Jika lingkungannya tepat, telur telur ini nanti akan menetas secara mandiri dalam waktu sekitar 28 hari.

3. Anak Bebek

Karena tidak mengalami metamorfosis, telur yang menetas akan memperlihatkan anak bebek yang bentuknya tidak jauh berbeda dari bebek dewasa. Hanya saja bulunya masih lebih lembut dan bentuk badannya lebih kecil. Saat anak bebek menetas, sebisa mungkin sang induk akan berada di sarang.

Sebab anak anak unggas cenderung akan mengikuti objek pertama yang dilihatnya ketika lahir, karena mereka menganggap objek tersebut sebagai induknya. Fenomena seperti ini disebut sebagai imprinting atau mencetak. Tahap ini menjadi proses pembelajaran yang diperoleh unggas setelah menetas dari telur. Dimana mereka akan memahami perilaku serta vokalisasi spesiesnya.

Yang menyebabkan hal tersebut yaitu anak anak unggas tidak mengetahui secara otomatis seperti apa diri mereka saat menetas. Itulah kenapa mereka membutuhkan contoh, dan apa yang dilihat saat pertama kali menetas menjadi ingatan visual pertama anak bebek. Alhasil anak bebek akan menganggap yang pertama dilihat sebagai sang induk.

4. Bebek Dewasa

Anak bebek kemudian akan tumbuh dan berkembang menjadi bebek dewasa. Bebek dewasa dapat berkembang biak ketika sudah menginjak usia 5 sampai 6 bulan. Cara perkembangbiakannya sama seperti unggas pada umumnya. Dan dilakukan fertilisasi internal yang mempertemukan sel sperma dan sel telur.

Temukan lebih banyak konten menarik lain di Tanjung Pinang Pos:

Tinggalkan komentar